Salin Artikel

Ikan Guppy Mati Mendadak, Ini 5 Kemungkinan Penyebabnya

Meski ikan ini mudah untuk dipelihara, beberapa orang menemukan ikan guppy miliknya mati tiba-tiba.

Hal ini dapat terjadi karena kebanyakan pemula tidak paham betul cara merawat ikan guppy.

Melansir berbagai sumber, berikut beberapa penyebab ikan guppy mati mendadak:

1. Kaget dengan suhu air

Ikan guppy memerlukan suhu air yang tepat untuk tetap hidup.

Idealnya, guppy memerlukan air dengan suhu antara 22 hingga 27 derajat Celcius.

Jika suhu air terlalu dingin, metabolisme tubuh guppy akan melambat. Hasilnya, ikan bisa menjadi lesu, kurang napsu makan, risiko konstipasi meningkat, dan sistem kekebalan tubuhnya melemah.

Sementara jika suhu air terlalu panas, ikan akan menjadi terlalu berenergi. Meski terdengar positif, namun kondisi ini justru bisa memberi tekanan terlalu besar pada tubuh ikan, yang pada akhirnya juga akan melemahkan sistem kekebalan tubuhnya.

Setelah mengetahui suhu air ideal untuk guppy, pastikan suhunya tidak turun terlalu cepat karena dapat membuat ikan guppy mati mendadak.

Hal itu bisa terjadi bahkan ketika penurunan suhu masih dalam batas normal.

Berinvestasi dengan pemanas berkualitas bisa menjadi cara untuk dapat memantau suhu air secara akurat.

2. Sindrom akuarium baru

Jika guppy dimasukkan ke akuarium yang belum didaur ulang sepenuhnya, maka ikan tersebut berisiko mengalami kematian tiba-tiba.

Sebab, di dalam akuarium yang belum sepenuhnya didaur ulang tidak akan ada bakteri untuk menangani bioload atau jumlah makhluk hidup yang berada di dalam akuarium.

Kondisi tersebut dapat membuat ikan guppy mati karena keracunan amonia.

Cara mengatasinya adalah menunggu lima hingga enam minggu hingga akuariun terdaur ulang sepenuhnya. Jangan tambah ikan apapun dulu ke dalamnya.

Namun, jika sudah terlanjur menambahkan ikan ke dalamnya, cobalah mengganti air setiap hari untuk menjaga kadar amonia di dalam tangki tetap rendah.

Selain itu, tambahlah detoxifier amonia untuk membuat amonia di dalam akuarium tidak berbahaya bagi ikan, sambil tetap membiarkannya di dalam tangki untuk memberi makan bakteri baik.

3. Keracunan amonia

Penimbunan amonia bisa terjadi sangat cepat jika kita tidak melakukan perawatan yang cukup pada akuarium.

Jika itu terjadi, maka tak heran ikan guppy di dalam akuarium dapat mati dengan cepat.

Jadi, jika melihat salah satu ikan guppy mati mendadak, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memeriksa parameter air untuk memastikan tidak ada penumpukan amonia.

Untuk mencegahnya, pastikan akuarium memiliki filter dan ganti airnya secara teratur.

Dengan begitu, penumpukan amonia yang membahayakan ikan akan lebih minimal.

4. Akuarium kemasukan bahan kimia

Penyebab umum lainnya yang membuat ikan guppy mati mendadak adalah jika ada bahan kimia yang masuk ke dalam akuarium padahal tidak seharusnya berada di sana.

Misalnya, jika lupa menambahkan penjernih air ke dalam akuarium, maka itu dapat meracuni ikan.

Tak hanya itu, bahan kimia seperti deodoran yang masuk ke dalam akuarium juga bisa membuat guppy berada dalam kondisi fatal.

Untuk mengindarinya, gunakan penjernih air kapan pun menambah air baru ke dalam akuarium untuk menghilangkan klorin dan kloramina.

Selain itu, tutup akuarium sehingga mengurangi kemungkinan adanya bahan kimia dari udara masuk ke dalam air.

Terakhir, pastikan memiliki media penyaring kimiawi untuk menghilangkan bahan-bahan kimia yang akan masuk ke dalam akuarium.

5. Terlalu banyak diberi pakan

Beri makan ikan guppy dewasa sekali dalam sehari. Memberi ikan terlalu banyak pakan justru bisa memicu masalah kesehatan.

Sebab, pakan yang tidak dimakan akan mencemari air.

Memberi ikan guppy pakan berkualitas yang bervariasi dapat menambah masa hidupnya.

Serpihan, sayuran, tablet spirulina, dan cacing darah beku dapat menjadi pilihan yang baik.

Menjaga jumlah guppy

Ikan guppy juga bisa mati secara perlahan jika isi akuarium terlalu penuh

Akuarium yang terlalu penuh dan sesak dapat meningkatkan bioload, yang tidak baik untuk guppy.

Salah satu kelemahan ikan guppy adalah mudah berkembang biak.

Bahkan sekalipun kita memelihara dengan jumpah yang tepat pada awalnya, guppy akan tetap berkembang biak dan jika dibiarkan bisa menjadi terlalu banyak.

Setiap induk bisa menghasilkan lebih dari 30 benih ikan guppy dan dapat melahirkan sebulan sekali.

Jadi, tiga hingga empat ekor guppy saja sudah bisa bertambah jumlahnya hanya dalam waktu singkat.

Akuarium yang terlalu penuh tidak hanya akan meningkatkan bioload, tetapi juga akan menurunkan tingkat oksigen di dalam tangki dan yang bisa berakibat fatal bagi ikan.

Cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan mengeluarkan ikan sebanyak mungkin.

Jika memungkinkan, cobalah memindahkan sebagian ke akuarium lain atau memberikannya ke orang lain.

Jika jumlahnya sudah terlalu banyak, kita juga bisa menjadikannya pakan untuk ikan peliharaan lain.

Terakhir, jika oksigen di dalam air menjadi terlalu rendah karena jumlah ikan guppy terlalu banyak, coba tambahkan banyak tanaman dan alat pembuat gelembung udara untuk membantu meningkatkan kadar oksigen.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/04/20/060400820/ikan-guppy-mati-mendadak-ini-5-kemungkinan-penyebabnya

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.