Salin Artikel

5 Efek Samping Memiliki Terlalu Banyak Lemak Perut di Usia 50 Tahun

KOMPAS.com - Seiring bertambahnya usia, setiap orang menjadi rentan terhadap masalah kesehatan. Hal ini biasanya akan semakin buruk jika kita memiliki terlalu banyak lemak visceral.

Menurut para ahli, lemak visceral dapat menjadi hasil dari pergeseran hormon dan perubahan metabolisme saat kita mulai menua, terutama setelah berusia di atas 50 tahun.

Lemak visceral sendiri merupakan jenis lemak yang ditemukan di sekitar organ vital di dalam rongga perut. Jenis lemak ini berbeda dengan lemak subkutan yang hanya tinggal di bawah kulit di berbagai bagian tubuh kita.

Siapapun bisa memiliki penumpukan kadar lemak visceral terlepas dari bentuk atau ukuran tubuhnya. Ini juga dapat membawa kita pada risiko-risiko penyakit yang berbahaya.

Lantas, apa saja risiko yang ditimbulkan dari penumpukan lemak visceral di perut kita? Nah, berikut adalah beberapa efek samping yang terjadi jika kita memiliki terlalu banyak lemak perut setelah berusia 50 tahun.

1. Meningkatkan risiko penyakit jantung

Lemak visceral telah terbukti dapat meningkatkan kadar lemak darah melalui hati.

Produksi kolesterol disimpan di hati dan individu dengan kadar lemak visceral yang lebih tinggi telah dikaitkan dengan kadar kolesterol total yang lebih tinggi.

Kadar kolesterol yang lebih tinggi ini terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Jadi, secara keseluruhan, peningkatan jumlah lemak yang beredar adalah berita buruk bagi kesehatan jantung.

2. Berpotensi terhadap perlemakan hati non-alkohol

Perlemakan hati non-alkohol terjadi karena adanya akumulasi jaringan lemak di hati kita. Penyakit ini sering dikaitkan dengan obesitas dan kondisi metabolisme lainnya.

Peningkatan lemak visceral juga telah dikaitkan dengan peningkatan peradangan hati dan timbunan lemak jangka panjang ke dalam jaringan hati.

3. Meningkatkan rasa nyeri

Peneliti arthritis menyimpulkan bahwa lemak visceral secara khusus dikaitkan dengan peningkatan rasa nyeri.

Ini juga menunjukkan contoh lain tentang bagaimana lemak visceral jauh lebih berbahaya bagi kesehatan kita daripada lemak subkutan.

Pemikiran di balik fenomena ini mengamati bahwa lemak visceral secara inheren lebih mudah meradang daripada lemak subkutan.

Beberapa penelitian telah menghubungkan kadar lemak visceral yang tinggi dengan peningkatan penanda inflamasi yang berkontribusi terhadap rasa sakit.

Tentu saja, penelitian lebih lanjut masih diperlukan di bidang ini untuk menentukan mekanisme yang mendasarinya.

4. Peningkatan resistensi insulin

Pada individu tanpa diabetes, lemak visceral merupakan prediktor kuat terjadinya resistensi insulin.

Faktanya, banyak ahli setuju bahwa kehilangan lemak visceral lebih signifikan untuk mengendalikan diabetes dan gula darah daripada penurunan berat badan secara umum saja.

Pada akhirnya, jenis berat badan yang kita turunkan penting untuk kesehatan kita dalam jangka panjang.

5. Menyebabkan hipertensi

Pada wanita pascamenopause, peningkatan penyimpanan lemak visceral dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah (hipertensi) dan peningkatan resistensi insulin.

Selanjutnya, perubahan hormonal selama menopause dapat membuat penurunan berat badan lebih menantang daripada tahap kehidupan lainnya.

Maka dari itu, untuk mencegah efek sampingnya, kita harus mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dengan mengatur pola makan dan berolahraga secara rutin guna menghilangkan lemak visceral di perut.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/11/24/062246020/5-efek-samping-memiliki-terlalu-banyak-lemak-perut-di-usia-50-tahun

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.