Salin Artikel

Hindari, 5 Kebiasaan yang Memicu Stres Saat Liburan

Namun tak jarang, ada yang malah merasakan kecemassan, tidak nyaman, dan bahkan stres saat liburan.

Tentu saja, kondisi semacam itu justru membuat kita tidak bisa menikmati perjalanan yang seharusnya menjadi agenda menyenangkan.

Karena itu, pakar menyarankan untuk menghindari sejumlah kebiasaan saat liburan yang sering dilakukan banyak orang agar perjalanan terbebas dari stres.

Berikut penjelasan selengkapnya.

1. Rencana yang berlebihan

Dorongan untuk melihat dan melakukan banyak hal saat liburan mungkin akan lebih tinggi. Tapi, merencanakan terlalu banyak agenda justru malah membuat kita stres.

Terlalu ambisius dengan rencana memungkinkan kita kewalahan dan seolah-olah dikejar waktu. Dengan memangkas rencana yang berlebihan, kita lebih bisa menikmati waktu saat liburan.

Begitu pun sebaliknya, tidak mempersiapkan rencana yang matang malah membuat kita mati gaya saat liburan.

Untuk itu, buatlah rencana yang efektif agar kita dapat menikmati waktu liburan sebaik mungkin.

2. Lupa makan

Jika kita memiliki banyak rencana saat liburan, usahakan untuk membuat jadwal makan di antara tempat wisata yang hendak dikunjungi.

"Biasanya orang lupa makan karena terlalu banyak rencana dan ketika lupa makan dijamin bakal stres saat liburan."

"Paling tidak bawalah makanan ringan yang cukup," kata Phil Dengler, salah satu pendiri The Vacationer.

3. Terlalu ketat dengan itinerary

Saat liburan usahakan jangan terlalu ketat dengan rencana perjalanan atau itinerary. Kebiasaan ini akan memicu stres ketika keinginan kita tidak terwujud.

“Berikan ruang untuk segala kebetulan. Ingat, tidak ada kisah perjalanan hebat yang pernah terjadi dengan hal-hal yang berjalan persis seperti yang direncanakan," kata Konrad Waliszewski, CEO Tripscout.

4. Selalu cek email pekerjaan

Terjebak dalam pekerjaan saat liburan mungkin dapat menggagalkan pengalaman seru.

Hindari kebiasaan mengecek email. Ingatlah, jika ada sesuatu yang penting, biasanya orang kantor akan menghubungi kita melalui telepon.

“Ketika kita memeriksa email selama liburan, kepanikan akan meningkat karena kita tidak dapat berbuat apa-apa tentang masalah tersebut."

"Dan kemudian otak kita benar-benar fokus pada pekerjaan sewaktu kita liburan," kata Jenny Maenpaa, Psikoterapis di New York.

5. Hindari membandingkan pengalaman liburan orang lain

Sebagian besar dari kita mungkin menghabiskan banyak waktu untuk menelusuri lewat internet tempat wisata yang orang lain kunjungi saat liburan.

Yang sebenarnya terlihat melalui foto di media sosial itu biasanya hanya yang bagus-bagus saja.

Pengalaman yang tidak enak, mungkin tidak di unggah ke media sosial. 

Penting untuk diingat bahwa pengalaman liburan orang lain tidak ada pengaruhnya pada pengalaman kita saat berkunjung ke tempat yang sama.

Jangan sampai karena tidak mampu sewa kamar di hotel yang dilengkapi kolam renang mewah seperti yang kita lihat di media sosial seseorang, bukan berarti liburan kita secara tidak menyenangkan.

 

https://lifestyle.kompas.com/read/2022/02/26/120000520/hindari-5-kebiasaan-yang-memicu-stres-saat-liburan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.