Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Terungkap, Arti Kata "Slebew" yang Diviralkan Jeje Citayam Fashion Week

KOMPAS.com - Ada banyak bahasa gaul yang sering digunakan generasi milenial dan Z ketika bermedia sosial dan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satunya adalah kata slebew yang beberapa waktu lalu viral setelah Jasmine Laticia alias Jeje "Slebew" memopulerkannya di TikTok.

Dalam beberapa video wawancaranya saat nongkrong di kawasan Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Jeje berulang kali melontarkan kata slebew.

Kata tersebut dilontarkan Jeje dengan nada tinggi sembari menunjukkan gaya khasnya yang manja.

Meski viral, kata slebew pada akhirnya diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Kata slebew dinilai Kominfo mengandung unsur pornografi sehingga layak diblokir dari pencarian. Lantas, apa sih arti kata slebew yang sebenarnya?

Arti kata slebew

Walau kata slebew disebut Kominfo mengandung unsur pornografi, belum banyak orang yang mengetahui apa arti slebew yang sebenarnya.

Nah, menurut Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dr. Ganjar Harimansyah, kata slebew merupakan kata gaul yang tergolong baru.

Ganjar mengatakan, jika dirunut maknanya dari bahasa asing maka kata slebew berarti "tidur nyenyak".

Kata ini baru dikenal masyarakat sejak ada fenomena anak SCBD (Sudirman, Citayam, Bojong, dan Depok) dan Citayam Fashion Week pada Juli 2022.

"Slebew diduga merupakan pelesetan yang merujuk pada kata yang berbau mesum dan pornografi, seperti kata skidipapap atau semacamnya, agar tidak terdengar menjijikkan," jelas Ganjar kepada Kompas.com, Minggu (18/9/2022).

Ia juga menyampaikan, kata slebew masuk dalam ulasan situs FP Darkside of Dimension dalam kategori hal-hal berbau pornografi.

Akan tetapi, menurut Ganjar, perlu waktu untuk mencari dan menganalisis makna kata slebew secara menyeluruh.

Kenapa slebew bisa populer?

Belakangan, ada banyak bahasa gaul yang viral di media sosial. Selain slebew, ada pula kata sultan, bestie, jamet, gombal, dan mager.

Kata-kata tersebut dengan cepat viral di media sosial, khususnya TikTok, dan sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Menurut Ganjar, munculnya bahasa gaul seperti yang sudah dicontohkan dipengaruhi oleh anak muda sebagai pembicara yang dinamis dalam komunikasi modern.

Ia menilai anak muda tidak tertutup dalam pilihan bahasanya sehingga ada kecenderungan menggunakan gaya berbahasa yang berbeda dengan generasi sebelumnya.

Hal tersebut mereka dilakukan dengan menciptakan istilah baru atau meminjam istilah asing yang populer.

"Ketika mereka terus menggunakan bahasa gaul dengan mengembangkan kosakata dan gayanya masing-masing, mereka akan menggunakannya secara intens," jelasnya.

"Oleh karena itu pula, mereka sering memilih diksi yang berbeda dari orang-orang tua pada masanya."

"Misalnya, kosakata yang digunakan oleh remaja pada 1970-an, yang pada saat itu disebut bahasa prokem, seperti gokil (gila), mokal (malu), atau rokum (rumah)," sambung Ganjar.

Ia menjelaskan, kata-kata tersebut awalnya digunakan sebagai bahasa sandi untuk merahasiakan obrolan dalam komunitas tertentu.

Namun, dikatakan Ganjar, kata-kata tersebut lama-kelamaan menjadi bahasa sehari-hari dan dikenal banyak orang.

"Pada tahun 2000-an hingga sekarang, bahasa semacam itu lebih bervariasi dan cepat menjadi populer, bahkan di kalangan kanak-kanak," terang Ganjar.

"Seperti kata ciyus (serius), galau (resah), hoax (bohong, berita palsu), miapah (demi apa), kepo (selalu ingin tahu), peres (palsu, pura-pura), woles (santai), atau rempong (repot)," sambungnya.

Meski ada banyak bahasa gaul yang viral di media sosial, belum tentu bahasa ini bisa diterima oleh semua orang, termasuk slebew.

Sebab, beberapa kata memiliki makna tersendiri, kamu sebaiknya berhati-hati ketika mengucapkannya.

https://lifestyle.kompas.com/read/2022/09/19/144223720/terungkap-arti-kata-slebew-yang-diviralkan-jeje-citayam-fashion-week

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.