Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Pengertian Pubertas, Tahapan dan Tanda-tandanya pada Anak Laki-laki

KOMPAS.com - Anak laki-laki mengalami pubertas ketika beranjak dewasa. Mereka merasakan berbagai perubahan saat pubertas.

Apa sajakah itu?

Dikutip dari Cleveland Clinic, pubertas adalah masa perkembangan dan perubahan bagi anak menuju dewasa.

Anak juga mengalami perubahan secara fisik ketika pubertas supaya mencapai kematangan seksual dan mampu bereproduksi.

Ketika mereka beranjak dewasa, tahapan pubertas mengikuti alur yang pasti dengan perkembangan perubahan fisik.

Perubahan emosional pubertas mungkin tidak berkembang dengan waktu yang sama dengan perubahan fisik.

Tetapi, perubahan fisik dan emosional saat pubertas dimulai dan berakhir pada usia yang berbeda setiap anak.

Kapan anak laki-laki pubertas?

Setiap anak pastinya mengalami pubertas sebelum menyebut diri mereka sendiri sebagai orang dewasa.

Kendati demikian, tanda-tanda yang dialami anak laki-laki dan perempuan ketika pubertas tidaklah sama.

Khusus untuk anak laki-laki, pubertas mereka terjadi pada usia 9-14 tahun. Rentang usia ini lebih lambat dua tahun ketimbang anak perempuan.

Pubertas mereka dimulai saat hipotalamus (bagian otak yang mengatur hormon) memproduksi gonadotropin-releasing hormone (GnRH).

Hipotalamus dapat mengirimkan GnRH ke kelenjar pituitari. Di sini, GnRH merangsang kelenjar pituitari untuk melepaskan dua hormon.

Rangsangan dari GnRH membuat kelenjar tersebut melepaskan luteinizing hormone (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH).

Kedua hormon itu lantas bergerak ke testis dan memicu organ ini untuk melepaskan hormon testosteron dan memunculkan tanda-tanda pubertas.

Tahapan dan tanda-tanda anak laki-laki pubertas

Tanda-tanda yang dirasakan anak laki-laki ketika pubertas tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui.

Dinamai Tanner Stage, berikut tahapan dan tanda-tanda yang menyertai ketika anak laki-laki saat pubertas.

Tahap 1

Tahap ini disebut sebagai prapubertas. Ketika tahap ini berlangsung, perubahan pada anak laki-laki belum terlihat.

Tahap 2

Perubahan fisik pada anak laki-laki dimulai ketika si buah hati menginjak usia 9-14 tahun.

Tanda-tanda anak laki-laki memasuki tahap 2, yakni:

  • Perkembangan testis (organ yang memproduksi sperma dan testosteron) dan skrotum (kantong di pangkal penis)
  • Mulai rambut di sekitar penis dan ketiak
  • Tinggi badan bertambah sekitar 5-6,3 centimeter setiap tahun.

Tahap 3

Anak laki-laki merasakan perubahan fisik yang semakin cepat. Tahap ini terjadi ketika usia 10-16 tahun.

Tanda-tanda anak laki-laki memasuki tahap 3, yakni:

  • Rambut kemaluan berwarna gelap dan kasar. Tumbuhnya rambut kemaluan membentuk area segitiga di sekitar penis
  • Tinggi badan bertambah sekitar 5-7,6 setiap tahun
  • Muncul banyak keringat dan bau badan
  • Suara berubah
  • Massa otot meningkat.

Ketika tahap berlangsung, tidak menutup kemungkinan payudara anak laki-laki berkembang atau ginekomastia.

Kejadian tersebut terjadi pada 50 persen anak laki-laki dan biasanya berhenti ketika pubertas selesai.

Tahap 4

Tahap 4 menandakan pubertas hampir mencapai puncaknya. Tahap ini berlangsung ketika usia 11-16 tahun.

Tanda-tanda anak laki-laki memasuki tahap 4, yakni:

  • Peningkatan ukuran penis
  • Kulit skrotum dan testis berwarna gelap
  • Tonjolan merah pada testis mereka yang disebut rugae akan mulai berkembang
  • Rambut kemaluan tetap berbentuk segitiga di sekitar penis dengan diiringi pertumbuhan rambut di tubuh
  • Peningkatan tinggi badan sekitar 10 centimeter setiap tahun.
  • Suara menjadi pecah.

Tahap 5

Tahap 5 adalah fase terakhir anak laki-laki pubertas untuk menyelesaikan pertumbuhan dan perkembangan fisiknya.

Pada tahap ini, rambut kemaluan anak laki-laki dpat tumbuh memanjang hingga ke paha dan muncul garis rambut di bawah pusar.

Sebagian anak laki-laki pubertasnya selesai ketika usia 17 tahun. Tapi, tidak sedikit yang baru selesai pubertas saat usianya 20 tahunan.

Perubahan emosional ketika anak laki-laki pubertas

Anak laki-laki dapat mengalami perubahan emosional ketika beranjak dewasa yang disebabkan peningkatan testosteron dan tekanan sosial.

Faktor tersebut membuat mereka berperilaku muruk, emosinya melekda-ledak, dan berselisih dengan keluarga.

Ketika emosi anak laki-laki sulit dikendalikan, orangtua ada baiknya menempatkan diri sebagai pendengar yang baik.

Apabila masalah emosional menjadi serius, seperti depresi, kecemasan, atau perubahan mood yang ekstrem, ada baiknya anak laki-laki dibawa ke dokter.

Hal tersebut wajib diwaspadai karena mereka dapat mengurung dirinya dan prestasi akademik di sekolah menurun.

https://lifestyle.kompas.com/read/2022/09/23/111302620/pengertian-pubertas-tahapan-dan-tanda-tandanya-pada-anak-laki-laki

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.