Tersiksa karena Sulit Berpikir Positif

Kompas.com - 21/06/2011, 10:22 WIB
EditorAsep Candra

TANYA :

Yth. Dokter Andri, saya mau bertanya, apakah saya perlu penangan secara medis untuk masalah kejiwaan yang sedang saya hadapi.  Saya sangat sulit berpikir positif terhadap segala hal, sering paranoid dan lebih suka menyendiri. Saya sering merasa tidak nyaman berada di keramaian sekalipun itu di tempat yang penuh kehangatan.

Pada saat saya punya pasangan (pacar) saya sangat posesif self control saya sangat kurang, sehingga saya sering curiga yang berlebihan terhadap pasangan. Kondisi paranoid dan curiga ini akan semakin parah dan tidak bisa saya kontrol ketika menjelang haid (PMS) atau beberapa hari setelahnya. Sehingga masalah kecil bisa saya buat menjadi besar, dan tidak bisa mengontrol kata-kata yang keluar. Akan tetapi, dalam hitungan menit saya akan sadar kembali dan saya menyadari apa yang saya lakukan itu salah.

Saya sangat tersiksa sekali dengan kondisi seperti ini dan semakin lama kepercayaan diri jadi berkurang. Tolong bantu saya Dokter, jika perlu penanganan secara medis, mohon referensinya. Terima kasih.

(SISCA, 30, BOGOR)

JAWAB :

Sisca yang baik,

Apa yang terjadi pada diri Sisca sebenarnya perlu diperjelas kembali. Apa yang dimaksud dengan paranoid ? Apakah yang dimaksud adalah ketakutan kalau ada orang yang berbuat jahat terhadap Sisca atau kecurigaan berlebihan atau hanya merasa ketakutan yang ada pemicunya (biasanya faktor lingkungan).

Terkadang terminologi "Paranoid" banyak disalahartikan oleh orang sehingga definisi aslinya menjadi rancu. Kalau kecurigaannya tidak berdasar tapi Sisca yakin bahwa memang itu kenyataannya, hati-hati apakah ini suatu bentuk keyakinan salah yang kita sebut waham. Tetapi jika melihat bahwa masih ada tilikan (kesadaran diri) terhadap keadaan ini mungkin yang dialami tidak separah itu. Tentang lebih suka menyendiri, apakah penyebab itu lebih disukai oleh Sisca ?

Apakah karena rasa nyaman atau perasaan takut bergaul dengan orang lain yang didasari kurang percaya diri. Jika dihubungkan dengan perilaku posesif Sisca terhadap pasangan, apakah ini juga merupakan bagian dari kekurang percayaan Sisca terhadap orang lain yang sebenarnya didasari oleh kurangnya percaya diri dalam diri Sisca.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X