Penduduk Jepang Menyusut Karena Kurang Banyak Orang Bercinta

Kompas.com - 14/07/2017, 13:31 WIB
Shinjuku Tokyo Elizabeth CoshamShinjuku Tokyo
Penulis Wisnubrata
|
EditorWisnubrata

KOMPAS.com - Kurangnya keinginan bercinta orang-orang di Jepang ternyata menimbulkan masalah. Populasi penduduk di negara ini turun lebih dari 300.000 jiwa menjadi hanya 125,6 juta jiwa tahun 2016 lalu, dan diperkirakan akan makin menyusut di tahun-tahun yang akan datang.

Sebagai perbandingan, menurut Worldometer, populasi Indonesia bertambah lebih dari 3 juta jiwa di tahun yang sama, menjadi 263,5 juta.

Salah satu penyebab penurunan jumlah penduduk Jepang adalah sedikitnya imigrasi, atau orang yang berpindah ke negara itu. Namun faktor paling utama adalah jumlah kelahiran yang kecil, dan itu disebabkan keengganan warganya untuk bercinta.

Di negara Maria Ozawa, hampir separuh dari penduduknya yang berusia 18 hingga 34 tahun diketahui belum pernah berhubungan seksual. Menurut riset yang dilakukan BBC, 64 persen bahkan belum pernah memiliki pacar.

Alasannya beragam, termasuk kesibukan kerja, rendahnya rasa percaya diri, takut ditolak, terlalu asyik dengan hobby, dan karena mudahnya akses pornografi sehingga menggantikan keinginan  bercinta secara langsung.

Baca: 7 Manfaat Kesehatan yang Didapatkan dari Bercinta

Anak-anak muda yang disurvey juga mengatakan, bahwa ketika mereka meninggalkan rumah yang penuh aturan, maka alih-alih bercinta, mereka lebih memilih kebebasan bentuk lain, yakni minum-minum bersama teman-temannya.

“Seks adalah sesuatu yang tidak aku perlukan,” kata seorang perempuan dalam dokumentasi yang dibuat BBC. Sedangkan beberapa pria mengaku mereka memang tidak cukup berusaha untuk mendekati perempuan.

Kenyataan itu menjadi masalah di Jepang yang menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan penduduk paling rendah menurut CIA world fact book.

Data dari Kementerian Kesehatan Jepang menunjukkan angka kelahiran turun di bawah satu juta bayi untuk pertama kalinya tahun lalu.

Bila tidak ada tindakan khusus, maka diperkirakan pada tahun 2045 jumlah penduduk Jepang akan berkurang sebanyak 900.000 jiwa tiap tahun karena jumlah penduduk yang meninggal lebih banyak dari yang lahir.



Sumber nypost.com

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X