Pigeon Hadirkan Batik Tulis Liem Ping Wie Motif Kupu Parang

Kompas.com - 29/09/2017, 08:30 WIB
Showroom Pigeon di mal Pacific Place Jakarta. Dok PigeonShowroom Pigeon di mal Pacific Place Jakarta.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Batik tulis karya Rumah Batik Liem Ping Wie dari Pekalongan, Jawa Tengah, bermotif Kupu Parang dibuat khusus untuk penggalangan dana yang dilakukan oleh Pigeon, brand perlengkapan bayi.

Koleksi batik terbatas ini hanya dibuat dua lembar, didesain oleh desainer Iwet Ramadhan menggunakan motif-motif klasik batik pesisir yang didesain ulang menjadi motif baru yang lebih modern.

Batik tulis karya Liem Ping Wie bermotif Kupu Parang.Dok Pigeon Batik tulis karya Liem Ping Wie bermotif Kupu Parang.
"Motif yang ada di batik ini diambil dari desain batik di botol pigeon terbaru, misalnya bunga atau kupu-kupunya. Jadi enggak plek sama dengan motif klasik, tapi kita olah lagi," kata Iwet yang ditemui di gerai Pigeon di Mal Pacific Place Jakarta (28/9/2017).

Meski menggunakan detail modern, namun menurut Iwet pakem-pakem motif batik parang tetap ada. "Misalnya saja untuk melinjonnya (bulatan-bulatan kecil) tetap ada," ujarnya.

Menurut General Manager Marketing Division Pigeon, Anis Dwinastiti, satu lembar batik tulis ini dijual dengan harga Rp 10 juta.

"Seluruh hasil penjualan batik ini akan didonasikan untuk Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit-Langit serta Yayasan Dana Bantuan Anak Sekar Mlatti," katanya dalam acara yang sama.

Iwet menjelaskan, dibutuhkan waktu sekitar 4 bulan untuk menghasilkan batik tulis tersebut. Batik berwarna dasar biru dan merah muda itu memiliki detail yang sangat rumit dan juga bisa digunakan bolak-balik karena bagian belakangnya juga diberi 'malam".

"Ini adalah karya seni dari maestro batik Liem Ping Wie yang dibuat dengan segenap hati," kata Iwet.

Anis menambahkan, karena batik ini dibuat untuk tujuan sosial, ia berharap orang yang membelinya adalah mereka yang benar-benar mencintai batik.

Kiri: GM Marketing Division Pigeon Anis Dwinastiti, tengah: Iwet Ramadhan. Dok Pigeon Kiri: GM Marketing Division Pigeon Anis Dwinastiti, tengah: Iwet Ramadhan.
Peluncuran batik tulis Kupu Parang ini melengkapi koleksi botol susu motif batik terbarunya. "Ada dua motif batik terbaru, yaitu karakter kupu-kupu dan capung. Untuk motif batik yang sudah ada tetap akan dipasarkan," kata Anis.

Motif kupu-kupu dan capung pada batik pekalongan merupakan pengaruh dari China yang dulu dibawa ke Indonesia. "Setiap makna dari motif yang ada juga kami sertakan dalam kemasan botol," ujar Anis.

Batik tulis motif Kupu Parang ini hanya dipamerkan di gerai Pigeon di Mal Pacific Place Jakarta.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X