Kompas.com - 25/01/2018, 22:00 WIB
ilustrasi uang dalam amplop. Thinkstockilustrasi uang dalam amplop.
|
EditorGlori K. Wadrianto

Penelitian ini hendak menunjukkan betapa pentingnya mengatasi persoalan kesehatan mental dengan benar, dan bukan semata soal menjadi kaya dan sejahtera.

Demikian dikatakan Profesor Richard Layard, pemimpin riset tersebut, seperti dikutip dari laman Esquire.

"Di masa lalu, negara telah berhasil mengatasi masalah kemiskinan, pengangguran, pendidikan, dan kesehatan fisik," ucap Layard.

Namun, kata Layard, memperbaiki masalah seperti kekerasan dalam rumah tangga, kecanduan alkohol, depresi dan kecemasan, kesepian yang dialami anak muda, serta masalah hidup lain, juga sama pentingnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Esquire
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.