Kompas.com - 11/04/2018, 20:00 WIB
Mark Zuckerberg memberikan sambutan dalam upacara wisuda ke-366 Universitas Harvard pada Kamis (25/5/2017). Paul Marotta / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP Mark Zuckerberg memberikan sambutan dalam upacara wisuda ke-366 Universitas Harvard pada Kamis (25/5/2017).

KOMPAS.com - Dikenal akan gaya santainya yang identik dengan kaus abu-abu atau hoody, CEO Facebook Mark Zuckerberg terlihat jarang mengenakan pakaian formal.

Namun, pada hari Selasa lalu ia mengubah gaya berpakaiannya saat menjadi saksi tentang penyalahgunaan data pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica di Capitol Hill.

Laman USA Today melaporkan, pada momen tersebut, Mark Zuckerberg tampil mengenakan jas, -seperti dalam beberapa penampilannya bersama dengan berbagai Kepala Negara.

Bahkan, pada tahun 2009, ia mengenakan dasi setiap hari sebagai bagian dari "tantangan pribadinya" untuk tahun itu.

Namun, CEO ini lekat dengan tampilan khas, yaknikaus dan hoody.

Pada tahun 2010, Zuckerberg muncul dalam The Wall Street Journal D Conference mengenakan hoody dan t-shirt.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Mark Zuckerberg Akan Belajar Mata Uang Digital

Kala itu dia melakoni sesi wawancara mengenai privasi Facebook bersama wartawan Kara Swisher dan Walt Mossberg.

Pada tahun 2012, ia mendapat kritik tajam karena muncul dengan hoody saat melakukan roadshow menawarkan saham pertamanya.

Menemui para calon investor dengan gaya berbusana tersebut, ia dianggap tidak serius menawarkan saham perdananya.

Sebuah kutipan tahun 2010 dari buku berjudul The Facebook Effect: the Inside Story of the Company That Is Connecting the World karya David Kirkpatrick, menceritakan, Mark Zuckerberg pernah terlambat hadir dalam pertemuan pukul 8.00 dengan investor Wall Street.

Anehnya lagi, ia hadir memakai piyama.

Mark Zuckerberg dan Sheryl Sandberg selaku Chief Operating Officer  Facebook, telah membuat putaran publisitas di tengah skandal.

Mereka melakukan wawancara dengan berbagai media, termasuk di antaranya CNN dan Today Show, demi meyakinkan dua miliar lebih pengguna Facebook bahwa data mereka tetap aman.

Saat sesi wawancara dengan CNN, Mark Zuckerberg memakai kaus abu-abu kesayangannya.

Mark Zuckerberg memberi kesaksian di hadapan Kongres setelah bulan lalu terungkap, perusahaan data Cambridge Analytica,  mendapatkan akses 87 juta data pengguna Facebook selama Pemilihan Presiden 2016.

Banyak orang terkenal yang semula memakai Facebook telah meninggalkan platform tersebut usai skandal ini beredar, termasuk CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk. Lalu, baru-baru ini, pendiri Apple Steve Wozniak.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber USA Today
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.