Kompas.com - 17/04/2018, 13:00 WIB

Memicu gangguan kadar gula darah.

Pada pasien dengan transplantasi jantung, asam lemak omega-3 dapat mempengaruhi detak jantung.

Beberapa ikan seperti makarel dan tuna albacore berisiko mengandung racun merkuri, meski belum tentu terkandung juga dalam minyak ikan.

Minyak ikan berpotensi memengaruhi kerja obat-obatan tertentu, seperti obat pengencer darah.

Terlalu banyak mengonsumsi minyak ikan dapat meningkatkan risiko stroke.

Dapat menyebabkan nyeri ulu hati, mual, ruam, mimisan, dan tinja cair.

Minyak ikan dengan dosis rendah relatif aman bagi sebagian besar orang, misalnya wanita hamil dan menyusui.

Namun mengingat kondisi dan riwayat kesehatan tiap orang berbeda-beda, sebaiknya konsultasikan ke dokter sebelum mengonsumsi minyak ikan, demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Untuk memaksimalkan nutrisinya, minyak ikan disarankan untuk dikonsumsi dalam bentuk aslinya, bukan dalam bentuk suplemen yang sudah menjalani proses pengolahan.

Sebab sebanyak apapun nutrisi yang didapat dari suplemen tidak sebanding dengan kandungan nutrisi yang didapat langsung dari daging ikan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Alodokter
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.