7 Alasan untuk Lebih Banyak Tersenyum dan Tertawa

Kompas.com - 18/05/2018, 21:00 WIB
Duta Kehormatan UNICEF David Beckham tertawa bersama Sripun (15) di rumahnya di Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 27 Maret 2018. Sripun diunjuk oleh lingkungannya untuk menjadi agen perubahan dan berpartisipasi dalam program anti-bullying yang diinisiasi UNICEF. dok. UNICEF/Indonesia/ModolaDuta Kehormatan UNICEF David Beckham tertawa bersama Sripun (15) di rumahnya di Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 27 Maret 2018. Sripun diunjuk oleh lingkungannya untuk menjadi agen perubahan dan berpartisipasi dalam program anti-bullying yang diinisiasi UNICEF.

KOMPAS.com - Senyum dan tawa adalah ekspresi kebahagiaan, yang mengandung keriaan, dan juga kejenakaan. 

Sudah lama kita mengenal ungkapan yang menyebut bahwa tertawa membawa banyak manfaat yang tak terkira bagi tubuh.

Laman South Lands Sun mengelaborasi lebih jauh tentang tujuh alasan mengapa kita harus lebih banyak tertawa dalam hidup.

1. Syaraf pembawa pesan (neurotransmitter) mengundang hormon endorphin saat tawa dilepaskan

Reaksi ini dipicu oleh gerakan otot yang ada di wajah, yang kemudian diinterpretasikan oleh otak hingga lepaslah hormon edorphin.

Hormon endorphin adalah horman yang menimbulkan perasaan senang dan nyaman hingga membuat seseorang berenergi.

Jadi, hormon ini adalah yang "bertugas" untuk melahirkan rasa bahagia, dan menekan tingkat stres.

Baca juga: 5 Cara Tingkatkan Serotonin, Hormon yang Mencegah Depresi

Uniknya, berpura-pura tersenyum atau tertawa memiliki dampak yang sama dengan tawa dan senyum asli.

Sebab, otak tidak membedakan antara hal yang nyata atau palsu, karena otak hanya  menginterpretasikan posisi otot-otot wajah dengan cara yang sama.

Ini dikenal sebagai hipotesis umpan balik wajah. Sehingga, semakin banyak kita menstimulasi otak untuk melepaskan hormon ini, semakin sering pula kita merasa lebih bahagia dan rileks.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X