Waspadai Gangguan Kesehatan Jelang Piala Dunia - Kompas.com

Waspadai Gangguan Kesehatan Jelang Piala Dunia

Kompas.com - 11/06/2018, 10:37 WIB
Sejumlah wartawan peliput Piala Dunia 2018 menyusuri Sungai Moskwa yang membelah ibu kota Rusia, 10 Juni 2018.BOLASPORT.com/HERKA YANIS PANGARIBOWO Sejumlah wartawan peliput Piala Dunia 2018 menyusuri Sungai Moskwa yang membelah ibu kota Rusia, 10 Juni 2018.

KOMPAS.com - Piala Dunia 2018 tinggal menghitung hari dan kamu mungkin juga sudah mengatur jadwal nonton bareng bersama kerabat.

Namun, jangan sampai keasyikan menonton tim bola yang dijagokan sampai mengorbankan kesehatan. Perubahan pola hidup yang terjadi sepanjang penyelenggaran piala dunia bisa mengganggu kesehatan kita.

Sejumlah penelitian menyebutkan ganggun kesehatan yang mungkin terjadi mulai dari serangan jantung, stroke, kecelakaan, bunuh diri, seks tidak aman, hingga penyiksaan.

Salah satu jurnal yang dipublikasikan di The American Journal of Medicine pada 2010 bahkan mengatakan bahwa turnamen olahraga besar tak hanya sekadar permainan, melainkan bisa menimbulkan penyakit kardiovaskular dan meningkatkan angka kematian.

Dalam jurnal tersebut disebutkan bahwa pasien paling berisiko adalah mereka yang mengalami penyakit arteri koroner dan mereka yang mudah mengalami stres. Misalnya karena kondisi sebagai penggemar sepak bola yang bersemangat, permainan bertensi tinggi dan tentunya kekalahan.

Banyak para penggemar sepak bola yang berteriak "hampir saja terkena serangan jantung", ketika tim yang mereka dukung gagal melakukan tembakan atau tim lawan hampir membobol gawang.

Hal ini rupanya tak bisa dianggap sekadar gurauan. Kondisi psikologis seperti stres, kecemasan dan kemarahan yang biasa dirasakan para penggemar sepak bola bisa memicu serangan jantung.

"Kami memahami momentum tersebut mengundang ketertarikan yang sangat tinggi namun jangan juga membuat kita melupakan kesehatan," kata suster jantung senior di British Heart Foundation, Julie Ward.

Risiko masalah kesehatan itu bisa ditekan dengan berbagai cara, misalnya mengonsumsi aspirin, meditasi dan menghindari kebiasaan buruk seperti merokok, menghindari makanan berlemak, atau menjauhi alkohol.

Baca juga: Rusia Terapkan Peraturan Ketat Untuk Penonton Piala Dunia 2018

Penyakit mata hingga bunuh diri

Sebuah studi di Selandia Baru menemukan bahwa kekalahan atau kemenangan yang diterima tim favorit memberi dampak kesehatan berbeda.

Studi tersebut mengungkapkan adanya peningkatan pasien gagal jantung, terutama di kalangan wanita, setelah kekalahan semi final piala dunia rugby 2003.

Namun, pasien yang dirawat justru berkurang setelah negara tersebut memenangkan semifinal pada Piala Dunia 2011.

Tidak hanya masalah jantung, turnamen olahraga juga bisa menyebabkan ganggun kesehatan mata.

Sebuah studi lainnya mencatat adanya lonjakan jumlah kasus oklusi pembuluh darah retina sepanjang Piala Dunia 2014.

Oklusi pembuluh darah retina adalah kasus dimana pembuluh darah pada mata tersumbat atau yang juga dikenal dengan istilah "eye stroke". Ini kebanyakan terjadi pada orang yang punya penyakit jantung dan pembuluh darah.

Para peneliti kemudian membandingkan angka kasus tersebut di German University Eye Clinic selama dan empat minggu setelah Piala Dunia 2014 dengan periode yang sama di 2013.

Peningkatan signifikan terlihat. Hal itu bisa diasunsikan bahwa tekanan emosional saat mengikuti Piala Dunia meningkatkan faktor risiko.

Gelaran olahraga juga dapat memberikan rasa memiliki (sense of belonging) dan memberikan kesan identitas.

Ada harapan untuk menang yang terbangun, bahkan pada para penggemar tim yang tidak pernah menang.

Baca juga: Punya Perut Buncit? Hati-hati Risiko Serangan Jantung Berlipat Ganda

Dengan rasa emosional mendalam dan ekspektasi tinggi tersebut, kegagalan bisa menjadi kekecewaan yang mendalam. Hal ini bisa menimbulkan suatu hak besar lebih dari sekadar air mata.

Sejumlah studi bahkan menemukan kasus bunuh diri meningkat setelah kekalahan pada momentum piala dunia.

Sebuah studi menemukan adanya peningkatan siginifikan terhadap angka anak muda di Taheran, Iran yang meminum racun selama empat minggu penyelenggaraan Piala Dunia 2014. Iran pada gelaran tersebut terpaksa harus tersingkir pada fase knock out.

Sebaliknya, studi pada 2012 melaporkan bahwa pada terdapat penurunan angka bunuh diri yang signifikan di Prancis selama empat minggu penyelenggaraan Piala Dunia 1998, dimana negara tersebut menjadi tuan rumah dan menang.

Minum air dan banyak gerak

Para pakar juga mengingatkan ancaman kesehatan lainnya, yakni risiko konsumsi alkohol yang terlalu banyak. Hal itu berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas, seks tidak aman dan kekerasan.

Sebuah studi di 2013 melihat tren selama piala dunia 2002,2006 dan 2010. Mereka kemudian menemukan peningkatan kekerasan domestik di Inggris naik hingga 26 persen saat tim nasional mereka menang atau seri dan 38 persen saat kalah.

Julie Ward mengingatkan agar memperhatikan konsumsi alkohol untuk tetap sehat.

"Konsumsi banyak air untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi selama turnamen berlangsung," ujarnya kepada AFP.

Ward juga menyarankan pengurangan konsumsi minuman tinggi gula dan kafein karena berpotensi meningkatkan detak jantung.

Selain itu, konsumsi cemilan juga harus dikurangi. "Cobalah mengkonsumsi makanan yang lebih sehat. Misalnya sayur-sayuran, makanan rendah lemak dan kalori, atau makanan alternatif lainnya," kata Ward merekomendasikan.

Juga, jangan duduk terlalu lama. Usahakan kamu berdiri dan bergerak di sekitar ruangan setidaknya setiap 30 menit. Hal ini dilakukan agar jantung tetap sehat.


Close Ads X