Waspadai, 4 Bahan Berbahaya dalam Produk Perawatan Rambut - Kompas.com

Waspadai, 4 Bahan Berbahaya dalam Produk Perawatan Rambut

Kompas.com - 13/06/2018, 17:30 WIB
IlustrasiThinkstockphotos.com Ilustrasi

KOMPAS.com - Memilih produk perawatan rambut terkadang menjadi hal yang membingungkan.

Kita harus membaca secara cermat produk yang terkandung di dalamnya. Terkadang, ada bahan-bahan tertentu dalam produk yang tak kita pahami.

Di sisi lain, kita seringkali membelinya hanya karena terpikat oleh keindahan kemasan tanpa peduli efek samping.

Faktanya, ada banyak bahan berbahaya yang harus kita waspadai dalam produk perawatan rambut yang biasa kita pakai.

Baca juga: 5 Tips Bikin Gaya Rambut Sempurna, Pria Wajib Tahu

Berikut ini bahan-bahan berbahaya yang biasa terdapat dalam produk perawatan rambut.

1. Paraben

Meskipun lebih sering ditemukan dalam perawatan kulit, beberapa produk rambut masih mengandung parabens, seperti methylparaben dan propylparaben.

Paraben dapat meningkatkan pertumbuhan rambut dan mencegah bakteri.

“Untuk mengidentifikasi parabens pada label perawatan kulit, cari propylparaben, benzylparaben, methylparaben, atau butylparaben.”

Demikian dijelaskan dokter naturopati Trevor Cates, seperti dilansir laman the Independent.

Menurut Cates, paraben dikenal xenoestrogen, yang berarti produk tersebut memiliki aktivitas estrogen di dalam tubuh.

Riset telah menghubungkan paraben dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Hal ini mengingat paraben banyak ditemukan pada beberapa tumor payudara, meskipun hubungan ini masih belum jelas.

Berdasarkan hal tersebut, Cates menyarankan agar sebisa mungkin kita menghindari produk berbahan paraben.

2. Formaldehida

Sampo mengandung pengawet yang melepaskan formaldehida seperti quaternium-15, diazolidinyl urea, DMDM hydantoin, bronopol, atau imidazolidinyl urea.

Menurt Cates, semua zat tersebut dapat sangat merusak, karena melepaskan formaldehida ke udara yang kita hirup dan masuk ke kulit kita.

"Formaldehida diketahui menyebabkan kerusakan DNA dan kanker,” kata Cates.

“Ini paling berbahaya ketika dihirup, dan jika dalam bentuk cair, dapat diserap melalui kulit," tambahnya.

Menurut Cates, selain bersifat karsinogenik, formaldehida, dan senyawa turunannya dapat menyebabkan reaksi 'alergi', termasuk iritasi kulit dan asma.

Baca juga: Jangan Abaikan 5 Hal Ini Dalam Memilih Sampo

3. Sulfat

Meskipun banyak terdapat pada produk kecantikan, sulfat sangat berbahaya bagi rambut kita.

Sulfat bisa menyebabkan rambut rapuh, dan dalam beberapa kasus menyebabkan eksim.

Sulfat seringkali hadir dalam bentuk sodium laureth sulfate dan sodium laury sulfat.

Senyawa sulfat berfungsi untuk menghasilkan efek busa pada shampo dan memiliki harga murah.

Menurut David Felstead, Direktur di salon perawatan rambut di London, sulfat digunakan secara luas dalam industri kosmetik sebagai surfaktan yang menjebak kotoran dan minyak agar dapat dibilas dengan air.

"Ada kekhawatiran bahwa bahan kimia ini mungkin bersifat karsinogenik atau mengiritasi," papar dia.

Oleh karena itu, beberapa produsen menghindari sulfat dan menggunakan alternatif seperti amonium laureth, sulfat yang ringan.

Meskipun butuh waktu lama untuk menghasilkan efek busa, produk bebas sulfat merupakan pilihan terbaik, terutama bagi pemilik rambut kering.

Baca juga: Dry Shampoo, Atasi Rambut Lepek Tanpa Keramas

4. Parfum

Salah satu bahan paling umum dalam produk perawatan rambut modern adalah parfum.

Dalam iklan, seringkali dipromosikan sampo dan kodisioner yang dapat membuat aroma rambut menjadi harum.

Sayangnya, parfum bisa menyebabkan reaksi alergi dan memperparah gejala asma.

"Parfum dapat mengandung sejumlah bahan kimia yang mengganggu endokrin (EDC) dan termasuk di antara lima penyebab alergi teratas di dunia," kata Cates.

Menurut Cates, produk yang mengandung wewangian sintetis harus digunakan dengan hati-hati.

Namun, Felstead menjelaskan produk yang mengandung wewangian biasanya baik untuk kebanyakan orang jika tidak memiliki kulit kepala yang sensitif.

Oleh karena itu, ia menyarankan memilih sampo hipoalergenik untuk menghindari kemungkinan reaksi pada pemilik kulit kepala yang sensitif.

Baca juga: Ingin Mewarnai Rambut, Jangan Lupakan Tips Perawatan Ini


Close Ads X