Kompas.com - 02/08/2018, 07:39 WIB
Raisa Andriana dan Hamish Daud menunjukkan buku nikah setelah menjalani akad nikah di Ayana Midplaza, Jakarta, Minggu (3/9/2017). BridestoryRaisa Andriana dan Hamish Daud menunjukkan buku nikah setelah menjalani akad nikah di Ayana Midplaza, Jakarta, Minggu (3/9/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Walau hidup di kota besar yang modern, ternyata masih banyak calon pengantin yang memilih menjalankan tata cara adat tradisional ketika menikah.

Melestarikan kekayaan budaya Indonesia dan juga unsur kesakralan yang lebih kuat menjadi salah satu alasan para pengantin memilih melakukan tradisi pernikahan turun-temurun.

"Anak-anak muda justru banyak yang minta kembali ke adat. Ada yang ekstrem ingin tata cara yang asli, tapi kebanyakan memakai adat dengan kemasan modern," kata Fajar J.Adi, pendiri Rumah Kampung Dekorasi, dalam acara konferensi pers Gebyar Pernikahan Indonesia, di Jakarta (1/8).

Ditambahkan oleh Marketing Director Parakrama Organizer, Arief Rachman, konsep pernikahan menggunakan adat masih banyak dipakai.

"Minimal untuk riasan dan busananya," katanya.

Arief mengatakan, calon pengantin dari suku tertentu memang masih memegang teguh pernikahan secara adat, misalnya dari suku Batak.

Putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu (depan, kedua kanan) bersama suaminya Bobby Afif Nasution mengikuti ritual adat Mangalo-alo Mora pada ngunduh mantu resepsi pernikahannya di Medan, Sumatera Utara, Jumat (24/11/2017). Mangalo-alo Mora merupakan salah satu rangkaian prosesi adat Batak Mandailing dalam rangkaian acara ngunduh mantu putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dan suaminya Bobby Nasution. ANTARA FOTO / SEPTIANDA PERDANA Putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu (depan, kedua kanan) bersama suaminya Bobby Afif Nasution mengikuti ritual adat Mangalo-alo Mora pada ngunduh mantu resepsi pernikahannya di Medan, Sumatera Utara, Jumat (24/11/2017). Mangalo-alo Mora merupakan salah satu rangkaian prosesi adat Batak Mandailing dalam rangkaian acara ngunduh mantu putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dan suaminya Bobby Nasution.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Fajar, banyak juga calon pengantin yang mulai jenuh dengan pernikahan berkonsep modern.

"Kalau pernikahan tradisional menarik karena banyak yang bisa digali. Anak-anak muda ini justru antusias dengan budaya bangsa," ujarnya.

Tata cara pernikahan tradisional suku-suku di Indonesia memang rumit dan panjang. Namun, menurut Zainal, perancang kain songket, setiap tahapan memiliki filosofi tersendiri.

"Pengantin adat semuanya memakai doa, tidak boleh sembarangan. Misalnya saja ada ritual untuk menempelkan aksesoris, atau makna dan simbol dalam busana yang dipakai. Semuanya untuk kebahagiaan dan kesejahteraan pengantin," kata Zaenal.

Menurut dia, walau tata cara pernikahan tradisional bisa dibuat lebih simpel dan modern, namun makna utamanya tidak boleh hilang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.