Solo Terpilih Jadi Kota Pertama Festival Gamelan Internasional - Kompas.com

Solo Terpilih Jadi Kota Pertama Festival Gamelan Internasional

Kompas.com - 09/08/2018, 12:17 WIB
Pemutaran film bisu hitam putih Setan Jawa karya Sutradara Garin Nugroho, dalam Asia Pacific Triennial of Peforming Arts (Asia TOPA) di Arts Centre Melbournes Hamer Hall, Australia, Jumat (24/2/2017). Acara yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini diiringi langsung dengan orkestra gamelan Indonesia karya Rahayu Supanggah dan berkolaboraso dengan 20 musisi Melbourne Symphony Orchestra.DOK. SETAN JAWA Pemutaran film bisu hitam putih Setan Jawa karya Sutradara Garin Nugroho, dalam Asia Pacific Triennial of Peforming Arts (Asia TOPA) di Arts Centre Melbournes Hamer Hall, Australia, Jumat (24/2/2017). Acara yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini diiringi langsung dengan orkestra gamelan Indonesia karya Rahayu Supanggah dan berkolaboraso dengan 20 musisi Melbourne Symphony Orchestra.

SOLO,KOMPAS.com - Kota Solo terpilih sebagai kota pertama tempat berkumpulnya para maestro gamelan dari berbagai negara.

Bertema 'Homecoming' atau 'Pulang Kampung', International Gamelan Festival (IGF) yang pertama akan dibuka pada hari Kamis (9/8/2018) pukul 15.00 waktu setempat.

Garin Nugroho selaku Direktur Pelaksana mengatakan tema tersebut sengaja dipilih untuk melihat kembali pusat peradaban gamelan.

"Kami selaku panitia bertujuan untuk melihat kembali pusat peradaban gamelan dan sekaligus berbagai pengalaman dan tantangan baru peta peradaban gamelan," papar pria 57 tahun tersebut.

Produser dan sutradara kenamaan Indonesia ini juga mengatakan acara ini rencananya akan digelar setiap dua tahun sekali.

"Untuk persiapan festival ini kami butuh waktu 1,5 tahun. Ini memang yang pertama dan rencananya akan digelar setiap dua tahun sekali," tambahnya.

Gamelan berkembang dan menemukan bentuk ekspresi terbaiknya di Nusantara. Inilah yang telah menjadi bukti kuat  bahwa Indonesia adalah rumahnya gamelan, dan Solo adalah salah satu rumah terbaik dari gamelan.

Kini, musik khas Indonesia ini telah menyebar di berbagai negara. 

"Kini, di London saja ada sekitar 140 grup gamelan. Ini menunjukan eksistensi yang luar biasa dari musik asli Indonesia ini," tambah Garin.

Bukan hanya dunia yang tertarik dengan musik khas Jawa ini. Bahkan, gamelan pernah mengalun jauh hingga luar angkasa.

"Tahun 1977 gendhing Jawa berjudul 'Puspawarna' pernah dibawa oleh nasa dengan pesawat voyager yang diluncurkan pada tahun 1977," kata Garin.

Pencipta gending tersebut adalah seniman Jawa yang merupakan raja ke 4 dari dinasti Mangkunegaraan yang bertahta tahun 1853-1881.

Oleh karena itu, acara ini diharapkan menjadi bagian media menyapa peradaban dalam ruang dan waktu tak terbatas.

"Kini semua pecinta dan penggiat diajak pulang kampung berbagi peta perjalanan dan  tantangan lewat momen IGF ini," paparnya.

Baca juga: Mbah Kris, Perempuan 75 Tahun yang Hidup demi Seni Tradisional

Pre launching festival ini telah dilaksanakan di London lewat pementasan film bisu berjudul 'Setan Jawa' yang diiringi gamelan orchestra Rahayu Supanggah di London.

Tiga maestro komposer, yaitu Rahayu Supanggah, Wayan Sudana dan Taufik Adam, akan memeriahkan konser upacara pembukaan.

Sebanyak 73 kelompok gamelan dan komunitas akan memainkan gamelan bersama sejak pukul 15.00 WIB.

Mereka akan memainkan gamelan di sepanjang jalan Slamet Riyadi hingga benteng Vastenburg.

Momen akbar ini rencananya akan dimeriahkan sekurang-kurangnya 19 kelompok gamelan luar negeri dan 33 kelompok gamelan dalam negeri.

Selain itu, belasan peneliti atau ahli gamelan, akan pulang kampung (home coming) ke Solo untuk tampil di IGF 2018 antara tanggal 9-16 Agustus 2018.

 



Close Ads X