Hobi Bermain Gawai Bisa Bikin Anak Kegemukan - Kompas.com

Hobi Bermain Gawai Bisa Bikin Anak Kegemukan

Kompas.com - 10/08/2018, 09:00 WIB
Ilustrasi anak belajar coding untuk membuat games dan aplikasi sendiri.Dok. Coddy Apps Academy Ilustrasi anak belajar coding untuk membuat games dan aplikasi sendiri.

KOMPAS.com - Kata bermain pada anak-anak kini merujuk pada duduk tenang sambil memainkan gawai. Terkadang mereka bisa tahan berjam-jam dengan gawainya.

Menurut penelitian, anak usia 8 hingga 18 tahun menghabiskan waktu 7 jam sehari di depan gawai. Padahal, rekomendasi para ahli tak lebih dari dua jam sehari.

Salah satu bahaya dari kebiasaan bermain gawai adalah dapat menyebabkan obesitas pada anak-anak. Bukan hanya kurang bergerak aktif, saat bermain gawai anak-anak juga terkadang mengasup makanan tidak sehat.

“Saat anak-anak berada di depan layar, mereka mulai mengemil," kata Dr. Tara Narula dalam wawancara bersama CBS.

Karena fokus pada gawai, banyak anak tidak memperhatikan sinyal otak bahwa perut sudah kenyang dan perlu berhenti makan.

“Cahaya biru dari layar juga mengganggu kemampuan mereka untuk tidur. Dan kita tahu, kurang tidur dapat menyebabkan risiko obesitas,” katanya.

Penelitian ini tidak secara langsung dan khusus menghubungkan screen time (waktu di depan layar) dengan masalah jantung dan pembuluh darah.

Seperti diketahui, berat badan berlebih adalah faktor risiko penyakit jantung.

Tentu saja, obesitas dan penyakit jantung bukan satu-satunya risiko terlalu banyak menatap gawai. 

Beberapa penelitian mengungkapkan, waktu layar berlebihan juga dapat mengganggu perkembangan keterampilan sosial anak.

Baca juga: Jadi, Berapa Lama Waktu Ideal Anak Bermain Gawai?



Close Ads X