Kompas.com - 24/09/2018, 20:00 WIB

KOMPAS.com - Konseling atau pendampingan dengan konselor saat ini bukan hal baru. Selain masalah perkawinan atau psikologi, sebenarnya kita juga bisa mengakses layanan konseling untuk kasus kehamilan tidak diinginkan.

Klinik Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) merupakan lembaga nonprofit yang menyediakan layanan tersebut secara gratis.

Menurut Dewi A.Larasti, Project Manager Program Global Comprehensive Abortion Care Initiatives (GCACI) PKBI, kehamilan tidak diinginkan bisa terjadi pada korban pemerkosaan, kekerasan seksual, atau wanita yang sudah menikah.

"Dari data tahun 2007-2008, ada sekitar 78.544 klien yang meminta layanan konseling kehamilan tidak diinginkan. Jumlah itu sekitar 7.141 per tahun atau 20 konseling per hari," kata Dewi dalam acara temu media di Jakarta (21/9).

Mayoritas klien layanan konseling kehamilan tidak diinginkan (KTD) ternyata adalah ibu rumah tangga. Pada kelompok ini, KTD terjadi karena penggunaan kontrasepsi tidak optimal dan merasa jumlah anak sudah terlalu banyak.

Selain konseling, klinik PKBI juga memiliki layanan aborsi aman yang mengacu pada standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Layanan diberikan secara komperhensif, mulai dari konseling sebelum dan sesudah pengguguran kandungan, hingga tindakan medis.

Dewi mengatakan, tidak semua klien konseling KTD menginginkan tindakan terminasi kehamilan atau aborsi.

"Kebanyakan klien hanya ingin berkeluh-kesah. Ada yang frustrasi atau ada yang diajak keluarganya. Kami membentu menjelaskan pilihan-pilihannya, apakah ingin meneruskan atau terminasi kehamilan. Keputusan tetap di tangan klien," papar Dewi.

Untuk klien yang ingin melanjutkan kehamilan, klinik PKBI juga memiliki shelter yang dirahasiakan.

"Mereka bisa tinggal dan melahirkan dengan tenang di sana. Untuk klien yang masih remaja, perlu ada pendamping, baik itu pihak keluarga, bidan, atau petugas yang menangani, selama berada di shelter," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.