Kompas.com - 28/09/2018, 09:29 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com -Kondisi medis khusus seperti Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada anak dapat menghambat pemenuhan nutrisi yang diperlukan.  Apabila tidak ditangani dengan tepat, dapat berujung pada gangguan pertumbuhan anak.

PJB adalah penyakit yang diderita anak dengan kelainan pada struktur atau fungsi sirkulasi jantung yang terjadi akibat kegagalan perkembangan struktur jantung pada fase awal perkembangan janin.

Berdasarkan letak dan tingkat keparahannya, lebih dari 34 jenis PJB telah teridentifikasi.

Kebanyakan PJB tersebut menghambat aliran darah pada jantung dan pembuluh darah sekitarnya atau dapat menyebabkan aliran darah yang abnormal dari atau ke jantung.

Dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com dari Nutricia Advanced Medical Nutrition, angka kejadian PJB dilaporkan sekitar 8 – 10 bayi dari 1000 kelahiran hidup.

Beberapa tanda adanya penyakit jantung bawaan seperti napas pendek atau cepat, susah makan, keringat berlebihan saat makan, sianosis (kulit, bibir dan kuku berwarna kebiruan.

Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menyebabkan pertumbuhan buruk dan kurang nutrisi (wasting/stunting), gangguan perilaku anak, gangguan saraf, infeksi saluran pernafasan yang berulang, hingga menyebabkan kematian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Untuk itu, kunci utamanya adalah deteksi dini yang dapat menentukan penanganan yang sesuai," ungkap konsultan Kardiologi Anak dr Dedi Wilson Sp.A (K) dalam acara "Bicara Gizi” yang digelar Nutricia Advanced Medical Nutrition.

Anak-anak yang menderita PJB juga beresiko tinggi mengalami kekurangan gizi karena asupannya kurang, penyerapan dan pemanfaatan nutrisi dari makanan tidak efesien, atau peningkatan kebutuhan energi.

Asupan yang tidak memadai terjadi akibat kesulitan makan karena bayi susah menghisap, menelan, lelah saat makan, dan adanya pembatasan cairan.

Anak dengan PJB membutuhkan penatalaksanaan nutrisi yang berbeda dengan anak yang lainnya. 

“Prevalensi malnutrisi pada anak dengan PJB dapat mencapai 70 persen. Anak dengan penyakit jantung bawaan memerlukan asupan nutrisi yang agresif dan makanan tinggi kalori," ungkap  konsultan nutrisi dan penyakit metabolik anak dr Klara Yuliarti SpA(K). 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.