Stroke? Periksakan Ngorok! - Kompas.com

Stroke? Periksakan Ngorok!

Kompas.com - 04/10/2018, 11:00 WIB
IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi

Mendengkur dan sleep apnea sering ditemukan pada penderita stoke iskemik dan TIA (transient ischaemic attack/mini stroke).

Beberapa data tahun 2010 dan 2011 menunjuk kisaran angka 60-80 persen penderita stroke yang juga mendengkur.

Sayangnya, saat ini tak banyak penderita stroke yang dirawat dengkurannya secara tepat dan terarah.

Sleep apnea, henti nafas saat tidur yang ditandai dengan mendengkur, menyebabkan rendahnya kadar oksigen darah, peningkatan tekatan darah dan denyut jantung yang tidak teratur.

Data awal juga menunjukkan bagaimana perawatan sleep apnea dengan menggunakan continuous positive airway (CPAP) yang tepat memberikan manfaat bagi penderita stroke.

Penelitian baru yang diterbitkan pada jurnal American Heart Association melihat secara khusus bagaimana perawatan sleep apnea dapat meningkatkan laju pemulihan penderita stroke.

Keuntungan perawatan sleep apnea diduga lebih bermanfaat dibanding perawatan stroke dengan obat TPA saja.

Tissue Plasminogen Activator (TPA) adalah obat yang melarutkan gumpalan darah yang digunakan sebagai obat bagi penderita stroke iskemik.

Para peneliti mengikuti 252 pasien stroke selama satu tahun. Secara acak para pasien ini dibagi dalam tiga kelompok. Pertama, kelompok yang mendapatkan perawatan stroke biasa namun dibiarkan mendengkur.

Kelompok kedua mendapatkan perawatan stroke standar ditambah CPAP untuk atasi ngorok. Kelompok terakhir mendapatkan perawatan stroke mutakhir dan CPAP.

Hasilnya, 59 persen dari pasien yang menggunakan CPAP mengalami kemajuan terapi yang nyata. Ini dilihat dari perbaikan-perbaikan fungsi syaraf yang dialami.

Para peneliti menekankan, perawatan mendengkur pada pasien stroke harus dilakukan sesegera mungkin. Semakin cepat sleep apnea diatasi, semakin bermanfaat juga perawatan stroke yang diberikan.

Perawatan ngorok saja, sudah meningkatkan hasil perawatan stroke.

Perlu diketahui juga, bahwa banyak data terdahulu menunjukkan bagaimana sleep apnea menyebabkan buruknya pemulihan pasien stroke.



Terkini Lainnya

Puma Luncurkan Kembali Sepatu Gaya Tahun 90-an

Puma Luncurkan Kembali Sepatu Gaya Tahun 90-an

Look Good
Bahaya Tak Membahas Soal Seks dengan Pasangan Sebelum Menikah

Bahaya Tak Membahas Soal Seks dengan Pasangan Sebelum Menikah

Feel Good
Cara untuk Pastikan si Kekasih Masih Sayang...

Cara untuk Pastikan si Kekasih Masih Sayang...

Feel Good
Anak Perempuan Harry dan Meghan Mungkin Tak Dapat Gelar Bangsawan

Anak Perempuan Harry dan Meghan Mungkin Tak Dapat Gelar Bangsawan

Feel Good
Waspadai, 4 Tanda Pernikahan Tanpa Cinta...

Waspadai, 4 Tanda Pernikahan Tanpa Cinta...

Feel Good
5 Cara Putihkan Ketiak Pakai Kentang...

5 Cara Putihkan Ketiak Pakai Kentang...

Feel Good
Malas Cuci Tangan Juga Bisa Timbulkan Kematian

Malas Cuci Tangan Juga Bisa Timbulkan Kematian

Eat Good
Agar Awet Muda, Hentikan 8 Kebiasaan Ini

Agar Awet Muda, Hentikan 8 Kebiasaan Ini

Look Good
Paul Pogba dan Cerita Sneakers Adidas

Paul Pogba dan Cerita Sneakers Adidas

Look Good
Wisata Sejarah di Bekas Pabrik Bir Heineken

Wisata Sejarah di Bekas Pabrik Bir Heineken

Feel Good
Simaklah, 6 Tips Perbanyak Konsumsi Sayuran dan Alasannya...

Simaklah, 6 Tips Perbanyak Konsumsi Sayuran dan Alasannya...

Eat Good
Takut pada Boneka, Wajarkah?

Takut pada Boneka, Wajarkah?

Feel Good
Bertamasya Menyusuri Kanal di Amsterdam

Bertamasya Menyusuri Kanal di Amsterdam

Feel Good
Pebasket Lonzo Ball Dipaksa Tutup Tato Selama Pertandingan

Pebasket Lonzo Ball Dipaksa Tutup Tato Selama Pertandingan

Look Good
Sering Sakit Punggung, Coba Lakukan 6 Gerakan Ini...

Sering Sakit Punggung, Coba Lakukan 6 Gerakan Ini...

Feel Good
Close Ads X