Mencari Penyaji Bir Terbaik di Dunia - Kompas.com

Mencari Penyaji Bir Terbaik di Dunia

Kompas.com - 10/10/2018, 15:07 WIB
Bartender dari Indonesia, M.Fauzi Rahman (kanan) dalam kompetisi final Heineken Global Bartender Competition 2018 di Amsterdam.Kompas.com/Lusia Kus Anna Bartender dari Indonesia, M.Fauzi Rahman (kanan) dalam kompetisi final Heineken Global Bartender Competition 2018 di Amsterdam.

AMSTERDAM, KOMPAS.com - Bartender dari 14 negara, termasuk Indonesia, bertanding dalam Heineken Global Bartender Competition 2018 di Amsterdam pada 8-9 Oktober 2018.

Para finalis berasal dari Curacao, Malaysia, Indonesia, Italia, Latvia, Mesir, Filipina, Amerika Serikat, St.Martin, Yunani, Selandia Baru, Seychelles, Aruba, dan Georgia.

Mereka adalah bartender yang memenangi kompetisi lokal di masing-masing negaranya.

Dalam kompetisi yang sudah diadakan sejak 2013 ini, setiap bartender harus mendemonstrasikan kemampuan mereka dalam menuang dan menyajikan bir sesuai standar yang disebut Heineken Star Serve.

Selain bir berkualitas premium, kualitas draught bir (mesin penuang yang biasa terdapat di bar) juga ditentukan oleh tangan bartender dalam penyajiannya.

Menurut salah satu juri, Franck Evers, Global Draught Master, setiap langkah Heineken Star Serve wajib diikuti oleh bartender.

Langkah tersebut antara lain teknik pencucian gelas (rinse), menuang dalam posisi kemiringan gelas 45 derajat (pour), teknik meratakan busa bir di bibir gelas menggunakan alat khusus (skim), memastikan tinggi busa berada pada bahu logo bintang merah Heineken (check), serta penyajian pada konsumen (serve).

"Yang paling tricky dari lima langkah ini adalah skimming, terkadang bartender terlambat dalam hitungan sepersekian detik," kata Evers di sela acara kompetisi final di Heineken Experience Amsterdam (9/10).

Ia menambahkan, kemampuan bartender dalam melakukan lima langkah itu secara akurat memerlukan latihan dan skill yang terus diasah.

Bartender yang mewakili Indonesia, Muhammad Fauzi Rahman, mengatakan jika kelima langkah tersebut tidak dilakukan, rasa bir yang disajikan bisa berbeda.

"Rasa birnya bisa tidak enak, nanti konsumen komplain," kata Fauzi yang berasal dari kota Surabaya Jawa Timur ini.

Ketat

Bartender sedang menuang bir dari mesin draught.Kompas.com/Lusia Kus Anna Bartender sedang menuang bir dari mesin draught.
Para finalis kompetisi ini harus bersaing ketat di hadapan ketiga juri, yaitu Frank Evers, Mark Van Iterson (Director Design Heineken Global), dan Eric de Kock (Head Jury).

Dalam kompetisi yang memiliki sistem gugur ini, dua orang finalis akan melakukan duel dan yang mendapat nilai lebih rendah tidak bisa lolos ke babak selanjutnya.

Langkah Fauzi hanya sampai ke perempat final setelah dikalahkan bartender dari Seychelles.

Di final, Daimler Kenn Cagas bartender dari Malaysia harus mengakui keunggulan Riccardo Gioannelli dari Italia.

Pemenang kompetisi ini mendapatkan paket liburan menonton Formula 1 di Abu Dhabi dan juga menjadi Heineken Official Ambassador Worlwide.

 

 

 

 



Close Ads X