Semakin Digemari, Kapan Usia Tepat Pakai Filler Wajah?

Kompas.com - 12/10/2018, 13:30 WIB
Dokter estetika sekaligus pendiri Jakarta Aesthethic Clinic (JAC) Olivia Ong ketika menerima penghargaan penghargaan Rising Star Aesthetic & Anti Ageing Doctor Indonesian Beauty Icon Awards 2018 di Jakarta Convention Center, Kamis (11/10/2018).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Dokter estetika sekaligus pendiri Jakarta Aesthethic Clinic (JAC) Olivia Ong ketika menerima penghargaan penghargaan Rising Star Aesthetic & Anti Ageing Doctor Indonesian Beauty Icon Awards 2018 di Jakarta Convention Center, Kamis (11/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com – Tren prosedur estetika wajah saat ini semakin digemari.

Salah satunya adalah filler, prosedur yang dilakukan untuk membuat kontur wajah lebih terdefinisi dengan mengisi bagian wajah tertentu dengan bahan khusus.

Misalnya, pipi yang mengendur atau kantung mata yang terlalu cekung.

Filler kini tak hanya dilakukan oleh orang-orang dewasa, tapi juga mulai dilakukan oleh anak muda.

Hal itu diungkapkan dokter estetika Olivia Ong.

Filler kita pikir untuk orang tua. Tapi bagi yang masih muda, usia 20an ke atas yang sudah mengerti cantik itu bagaimana, dia juga sudah mengamati proporsi wajahnya ada yang kurang.”

Baca juga: Make Up Praktis 5 Menit untuk Kamu yang Sibuk...

Demikian dikatakan Olivia ketika ditemui di Jakarta Convention Center, Kamis (11/10/2018) kemarin.

Dengan semakin digemarinya filler, adakah usia minimal menjalani prosedur tersebut?

Olivia mengatakan, indikasi melakukan filler bukanlah berdasarkan usia namun berdasarkan kebutuhan.

Pada kasus-kasus tertentu, filler, - atau pun tindakan estetika wajah lainnya seperti botoks, bahkan bisa dilakukan pada usia anak.

Keperluan tersebut juga dipelajari pada bidang kedokteran anak (pediatrik).

“Ada 783 indikasi medis di Majalah Time untuk pemakaian di berbagai macam kedokteran. Jadi butuh atau tidak,” tutur Pendiri Jakarta Aesthethic Clinic (JAC) itu.

Baca juga: Kylie Jenner Blak-blakan Soal Filler Bibir, Haters, dan Stormi

Dokter yang kompeten dan benar menurut dia, akan menganggap pasien seperti anak sendiri.

Halaman:



Close Ads X