Mengintip Proses Reparasi Sneakers Air Max "Homegrown" Berharga Jutaan - Kompas.com

Mengintip Proses Reparasi Sneakers Air Max "Homegrown" Berharga Jutaan

Kompas.com - 08/11/2018, 09:33 WIB
Sneakers Nike Air Max 90 Homegrown yang direparasi oleh pemilik KrideLab, Fajri Dimyati, dengan menggunakan metode swap sole, dari seri sepatu sejenis lainnya. KOMPAS.com/ GLORI K WADRIANTO Sneakers Nike Air Max 90 Homegrown yang direparasi oleh pemilik KrideLab, Fajri Dimyati, dengan menggunakan metode swap sole, dari seri sepatu sejenis lainnya.

KOMPAS.com - Apa pun akan kita dilakukan untuk "menyelamatkan" barang kesayangan, tak terkecuali sneakers yang sudah mulai lapuk dan rusak termakan usia.

Apalagi jika sneakers tersebut tergolong barang langka, atau pun masuk dalam jajaran collectable item.

Nah, saat bertandang ke Kride Lab -customizer sekaligus reparasi sepatu, Kompas.com berkesempatan melihat tahapan pengerjaan reparasi salah satu sneakers collectable -Air Max 90 "Homegrown".

Sneakers hasil kolaborasi Nike dan Patta ini masuk dalam keadaan sol yang hancur akibat pelapukan.

Beruntung, bagian atas dan karet tapak sneakers masih dalam keadaan utuh dan mulus, sehingga sisi originalitas-nya masih tetap terjaga.

Proses reparasi sneakers ini diawali oleh founder Kride Lab Fajri Dimyati dengan membedah sepatu "donor", Air Max 90 seri lain, untuk mengambil bagian sol yang utuh.

Bagian tapak pada sneakers Nike Air Max 90 Homegrown dibersihkan dari sisa-sisa midsole yang telah dilepaskan. KOMPAS.com/ GLORI K WADRIANTO Bagian tapak pada sneakers Nike Air Max 90 Homegrown dibersihkan dari sisa-sisa midsole yang telah dilepaskan.

Nantinya, bidang midsole itu yang akan "dikawinkan" dengan upperside dan tapak Air Max 90 "Homegrown" yang masih utuh tadi.

Proses pelepasan sol dari badan sepatu pun memerlukan kecermatan dan ketelitian.

Jibow -demikian Fajri biasa disapa, sempat menjelaskan, ada sejumlah alternatif cara yang bisa dilakukan untuk melepas bagian atas sneakers dari sol-nya.

"Bisa mengunakan bahan kimia yang disiramkan ke bagian dalam sepatu. Tapi cara ini butuh ketelitian ekstra," ungkap Jibow.

Sebab, kata dia, pemakaian bahan kimia yang berlebih atau rendaman yang terlalu lama justru bisa menghancurkan lapisan sol.

Cara lainnya adalah dengan menuangkan air mendidih ke bagian dalam sepatu "donor".

"Jadi sepatu kita letakkan di wadah, lalu bagian dalamnya disiram air mendidih," kata Jibow.

Dengan cara itu, dalam beberapa menit lapisan lem akan melunak, dan sol sneakers donorbisa ditarik dan dilepaskan dengan sempurna.

Tak hanya sisa sol yang masih melakat, sisa lem pun harus dibersihkan dengan sempurna, agar lem baru dapat melekat kuat. Fajri Dimyati dari KrideLab memakai alat semacam bor yang dibubuhi amplas pada bagian ujungnya untuk melunturkan sisa lem pada sepatu.KOMPAS.com/ GLORI K WADRIANTO Tak hanya sisa sol yang masih melakat, sisa lem pun harus dibersihkan dengan sempurna, agar lem baru dapat melekat kuat. Fajri Dimyati dari KrideLab memakai alat semacam bor yang dibubuhi amplas pada bagian ujungnya untuk melunturkan sisa lem pada sepatu.

"Kalau memang kesulitannya tinggi, ya kita potong bagian atas sepatu. lalu kita cabut pelan-pelan sisa yang menempel pada lapisan sol tadi. Jadi pilihan caranya tergantung kondisi sepatu," sebut dia.

Bersihkan sisa lem

Karet tapak dan sol sepatu donor yang telah terlepas kemudian dibersihkan dari sisa-sia lem.

Untuk bagian ini, Jibow menggunakan alat semacam bor tangan yang dimodifikasi pada bagian ujungnya dengan amplas halus.

"Kalau sisa lem enggak keangkat semua, lem baru gak akan nempel, dia akan mekar. Selain itu, pembersihan ini untuk membuka pori-pori baru," sebut Jibow. 

Proses pengerjaan selanjutnya adalah memberikan lem pada outsole, midsole, dan bagian atas sneakers "Homegrown".

Oh iya, sebelum direkatkan, bagian midsole yang baru juga dibersihkan dari warna aslinya dengan menggunakan cairan pengencer cat (tiner).

"Bisa juga dengan aseton (cairan penghapus cat kuku). Sama aja sih. Cuma kalo tiner emang bau-nya lebih tejem ya," ungkap Jibow yang bekerja mengenakan masker lengkap itu.

Setelah dibubuhi lem, Jibow juga sedikit memanaskan bagian-bagian tersebut, agar perekatan menjadi lebih sempurna.

Ibo, pemilik KrideLab membubuhi lem menggunakan kuas pada setiap bidang yang akan direkatkan, dalam proses reparasi sneakers Nike Air Max 90 Homegrown.KOMPAS.com/GLORI K WADRIANTO Ibo, pemilik KrideLab membubuhi lem menggunakan kuas pada setiap bidang yang akan direkatkan, dalam proses reparasi sneakers Nike Air Max 90 Homegrown.

Barulah, selanjutnya ketiga bidang yang terpisah itu direkatkan satu per satu, dengan teliti menggunakan tangan.

Pada tahap akhir, sepatu yang telah terlihat kembali seperti bentuk aslinya itu, diletakkan di atas mesin tekan bertenaga kompresor.

Mesin "pres" tersebut akan bekerja selama beberapa menit, untuk memastikan lem melekat dengan sempurna.  

"Untuk pengerjaan semacam ini kami memberikan garansi selama tiga bulan," cetus Jibow.

Kridelab menggunakan mesin berkompresor untuk menekan sepatu yang telah direkatkan dari keempat sisinya. Langkah itu pula yang dilakukan dalam tahapan reparasi sneakers Nike Air Max 90 Homegrown ini.KOMPAS.com/ GLORI K WADRIANTO Kridelab menggunakan mesin berkompresor untuk menekan sepatu yang telah direkatkan dari keempat sisinya. Langkah itu pula yang dilakukan dalam tahapan reparasi sneakers Nike Air Max 90 Homegrown ini.

Biaya

Lalu, berapa biaya yang harus dibayar konsumen untuk jasa reparasi semacam ini?

Jibow menjelaskan, biaya pengerjaan reparasi maupun pembuatan sepatu custom di workshop-nya bervariasi tergantung material dan tinggal kesulitan.

"Bisa dari Rp 300.000 sampe nggak terbatas," ujarnya.

Untuk Air Max 90 "Homegrown' yang baru dikerjakannya dia mematok tarif Rp 750.000. "Itu belum termasuk harga sepatu untuk donor sol ya," kata Jibow.

Fajri Dimyati alias Ibo -pemilik KrideLab, harus melekatkan dengan teliti bidang sol baru dengan sneakers Nike Air Max 90 Homegrown yang sedang direparasi dengan mekanisme sole swap.KOMPAS.com/ GLORI K WADRIANTO Fajri Dimyati alias Ibo -pemilik KrideLab, harus melekatkan dengan teliti bidang sol baru dengan sneakers Nike Air Max 90 Homegrown yang sedang direparasi dengan mekanisme sole swap.

Mungkin tarif itu terdengar tidak murah. Tapi akan menjadi amat relatif mengingat sepatu yang diperbaiki merupakan edisi langka yang harganya tergolong mahal.

"Air Max ini salah satu yang terbaik yang pernah dirilis, dan sekarang udah enggak diproduksi lagi," ujar Jibow.

Di pasaran, kata dia, sepatu ini bisa mencapai harga Rp 10 juta per pasang. "Malah jual bagian upper-nya aja nih, bawahnya ancur, itu banyak orang yang mau," kata Jibow lagi.

Maka tak heran jika selama proses pengerjaan ini Ibo terlihat amat cermat, hingga Nike Air Max 90 Homegrown dapat kembali "mengaspal" dengan kondisi prima.



Close Ads X