Halal Top Brand 2018 Kategori Es Krim Masih Dipegang Wall’s - Kompas.com
BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Walls

Halal Top Brand 2018 Kategori Es Krim Masih Dipegang Wall’s

Kompas.com - 09/11/2018, 17:19 WIB
Sesi foto bersama para pemenang Halal Top Brand di Halal Award 2018 Dok. Unilever Indonesia Sesi foto bersama para pemenang Halal Top Brand di Halal Award 2018

KOMPAS.com – Sorotan Halal Top Brand dalam Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 terlihat pada kategori Es Krim. Kali ini, penghargaan kategori Es Krim diberikan pada brand es krim Wall’s dari Unilever.

Bagi Wall's, sebenarnya ini bukanlah kali pertama, melainkan pencapaian keempat meraih Halal Top Brand dalam kategori tersebut. Wall’s juga menjadi satu-satunya brand es krim di Indonesia yang meraih penghargaan Halal Top Brand 2018.

Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Pusat Lukmanul Hakim sekaligus Ketua Pelaksana INDHEX 2018 menerangkan bahwa pencapaian tersebut luar biasa mengingat persaingan di pasar es krim yang cukup sengit.

“Kemenangan di kategori es krim makin membuktikan bahwa posisi Wall’s tak tergantikan di benak konsumen. Kini saatnya Wall’s mengambil langkah yang lebih besar dengan semakin menggaungkan promosinya sebagai produk halal,” kata Lukmanul.

Baca juga: Ingin Jadi Pusat Ekonomi Halal, Ini Sektor yang Difokuskan Pemerintah

Penghargaan Halal Top Brand berarti menunjukkan kepercayaan dan pengakuan konsumen yang sudah memposisikan kehalalan sebagai salah satu indikator utama makanan atau minuman yang berkualitas.

Head of Marketing Refreshment PT Unilever Indonesia Tbk, Amalia Sarah Santi menuturkan kalau penghargaan tersebut memperkuat kepercayan dan kesetiaan konsumen untuk mengonsumsi produk Wall’s. Seluruh produk telah medapatkan jaminan halal dari LPPOM MUI.

“Kami memahami bahwa konsumen tidak hanya mengharapkan produk-produk yang inovatif dan berkualitas, tetapi juga komitmen kuat dari pihak produsen untuk memastikan kehalalan produknya. Oleh karena itu, tahun ini Wall’s meluncurkan begitu banyak inovasi produk baru sambil terus menjaga sistem jaminan halal seluruh produk dari hulu ke hilir,” ujar Amalia.

Penghargaan Halal Top Brand melibatkan deretan dewan juri LPPOM MUI untuk mencermati sertifikasi halal yang dimiliki perusahaan. MUI juga menelaah karakter brand dari sisi gaya hidup syariah hingga membuat survei untuk konsumen.

Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga bersama Ketua Umum MUI Maruf Amin, dan Head of Marketing Refreshment PT Unilever Indonesia Tbk. Amalia Sarah Santi di Indonesia Halal Expo 2018.Dok. Unilever Indonesia Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga bersama Ketua Umum MUI Maruf Amin, dan Head of Marketing Refreshment PT Unilever Indonesia Tbk. Amalia Sarah Santi di Indonesia Halal Expo 2018.
Acara Indonesia Halal Expo 2018 berlangsung 1 hingga 3 November 2018 lalu di Smesco Exhibition Hall. Acara dari LPPOM MUI ini diadakan untuk menunjukkan betapa besarnya minat masyarakat dalam produk halal. Halal Award menjadi salah satu agenda utama expo tersebut.

Sebelumnya, LPPOM MUI telah melakukan survei khusus untuk mengukur komitmen perusahaan atau brand dalam melakukan promosi dan sosialisasi halal. Survei ini dilakukan di situs www.halalmui.org dan melibatkan 4.200 konsumen yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Secara keseluruhan, Halal Award diberikan kepada berbagai pihak yang berjasa dalam pengembangan, edukasi, informasi, dan sosialisasi halal. Beberapa kategorinya antara lain ada Halal Top Brand, Iklan Halal Terbaik, Produk Halal Pendatang Baru Terbaik, Produk UKM Halal Terbaik, dan Penghargaan Khusus untuk Rumah Halal Terbaik.

Melalui ajang penghargaan itu, pelaku industri diharapkan bisa melihat bahwa sertifikasi halal bisa menjadi kelebihan kompetitif untuk sebuah brand. Selain itu, brand dengan label halal turut menjadi bentuk memberikan kepuasan kepada konsumen.

Baca juga: Dorong Ekspor Produk Halal, Ini Strategi yang Ditempuh Pemerintah

LPPOM MUI pun menyatakan kalau saat ini produk halal tidak lagi hanya menjadi konsumsi muslim, tapi juga masyarakat secara keseluruhan.

Sektor ekonomi produk halal memang mempunyai potensi yang besar untuk berkembang di Indonesia hingga ke ranah global.

Dilansir dari Kompas.com pada Senin (24/9/18), industri makanan halal secara global memiliki nilai ekonomi mencapai 1,2 triliun dollar AS pada 2016. Prediksinya, nilai tersebut akan meningkat sampai 1,9 trilliun dollar AS pada 2022.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik: