Cerita Sukses Helm Trooper, "Modal Dengkul" Ubah "Passion" Jadi Fesyen

Kompas.com - 06/12/2018, 19:26 WIB
Proses pengerjaan helm custom di bengkel Trooper di Kota Solo, Jawa Tengah. Untuk satu helm, perlu waktu pembuatan selama 2-3 minggu dan dijual dengan kisaran harga Rp 650.000- Rp 1,5 juta.KOMPAS.com/ ARISKA ANGGRAINI Proses pengerjaan helm custom di bengkel Trooper di Kota Solo, Jawa Tengah. Untuk satu helm, perlu waktu pembuatan selama 2-3 minggu dan dijual dengan kisaran harga Rp 650.000- Rp 1,5 juta.

SOLO, KOMPAS.com - Bagi para pengendara motor, helm sudah pasti menjadi atribut wajib demi menjaga keselamatan diri di jalan.

Namun tak hanya untuk alasan keselamatan, helm pun --bagi banyak biker, menjadi elemen krusial yang membuat tampilan mereka menjadi lebih keren, bersama "tunggangan"-nya.

Maka tak heran, tak sedikit orang yang mengoleksi beragam helm, hanya karena merek atau citra yang tersemat pada pelindung kepala itu.

Harganya pun tak bisa disebut murah. Untuk helm-helm buatan Jepang atau Italia, para penggemar harus merogoh kocek dalam-dalam sebelum bisa memakainya di jalan raya.

Nah di sisi lain, ada "aliran" lain di antara para pecinta helm yang merasa produk helm pabrikan atau bahkan yang branded sekali pun dirasa membosankan. 

Lihat: Bergaya dengan Helm Kustom

Kelompok ini biasanya lalu mengalihkan pilihan mereka dengan membuat helm " custom".

Di Solo, Jawa Tengah, ada perajin helm yang membuat kreasi "custom" tersebut. Mereka menamakan diri Trooper.

Trooper memberi "angin segar" bagi para biker -khususnya pengemar helm, yang ingin tampil beda, dengan pelindung kepala yang didesain khusus sesuai selera.

Passion jadi fesyen

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Trooper Custom Helmet (@troopercustom) on Nov 30, 2018 at 2:20am PST

Melalui media helm, Oki Nandiwardana -sang pendiri brand, mengaku ingin mengubah passion menjadi fesyen yang bernilai tinggi.

Alhasil, apa yang dilakukan pria asli Solo ini pun kian berhasil memikat perhatian banyak orang.

"Jadi, awalnya itu hobi motor custom. Lalu, saya rasa helm yang dijual di jalan itu kurang cocok untuk berkendara pribadi," ungkap dia.

Keinginan Oki untuk membuat helm yang berbeda pun terwujud berkat tetangganya yang berprofesi sebagai perajin fiber.

Halaman:



Close Ads X