Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Omega Produksi Ulang "Jantung" Arloji Saat Misi NASA di Bulan

Kompas.com - 11/01/2019, 06:51 WIB
Kahfi Dirga Cahya,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

Sumber GQ

KOMPAS.com - Pencinta dan kolektor arloji segera "digoda" oleh Omega.

Betapa tidak, pembuat jam tangan asal Swiss tersebut berencana memproduksi ulang Calibre 321, salah satu movement paling terkenal dan bersejarah di dunia arloji.

Calibre 321 merupakan jantung (mesin) dari Omega Speedmaster.

Jam tangan tersebut sohor lantaran dikenakan para astronot seperti Neil Armstrong dan Buzz Aldrin dalam misi Apollo 11 ke bulan.

Kala itu, sebelum diberikan lampu hijau untuk diikutsertakan dalam misi, arloji harus melewati serangkai tes ketat, demi membuktikan ketahanannya di luar angkasa.

NASA memapar arloji itu pada suhu ekstrem, tabrakan, dan tekanan hebat.

Baca juga: Arloji Dark Side of The Moon Omega Dibanderol Rp 148 Juta

Berkat Calibre 321, Omega Speedmaster mampu terus berdetak, serta digunakan oleh para astronot NASA dari tahun 1957-1968.

Setelah periode itu, produksi pun dihentikan.

Nah, dalam rangka menghormati sejarahnya, dalam dua tahun terakhir Omega pun bekerja untuk mencipta ulang Calibre 321.

Bahkan, Omega menamai proyek mereka sebagai "Alaska 11"--kode yang diberikan kepada proyek NASA di tahun 60-an.

Kini, 50 tahun setelah produksi tersebut dirilis, Omega membawa gerakan itu kembali, namun bukan untuk mengirim ke ruang angkasa, melainkan untuk kesenangan para pencinta dan kolektor arloji.

Kendati movement arloji ini bukan sesuatu yang mungkin dikenakan oleh pemakai biasa setiap hari, namun ini adalah detail penting bagi orisinalitas.

Selain itu, Calibre 321 mungkin merupakan movement yang paling dihormati dan penting dalam sejarah horologi.

Baca juga: 5 Arloji Diving Omega yang Tidak Pernah Jadi Diproduksi

Hal ini tak lepas dari kaitannya dengan Omega Speedmaster—arloji yang dikenakan selama banyak misi Apollo, sehingga membuat arloji sedekat mungkin dengan aslinya.

Tentu poin ini merupakan hal terpenting bagi para kolektor.

Salah satu misi yang mengikutsertakan Calibre 321 dilakukan oleh Jack Swigert, satu di antara misi pendaratan ke bulan yang dramatis, karena adanya kerusakan mesin.

Swigert dan dua astronot lainnya membatalkan misi tersebut dan kembali dengan selamat ke bumi.

Tak itu saja, selain memakai di lengan, Buzz Aldrin juga disebut-sebut mengikat arloji tersebut ke setelan ruang angkasanya.

Sayangnya, arloji itu dicuri ketika mereka mengirimkan arloji ke Smithsonian pada tahun 1970.

Calibre 321 bukan hanya berharga tinggi secara historis, juga penjualan.

Baca juga: Arloji Omega Railmaster Tampil Muda dengan Tali Denim

Omega Speedmaster dengan movement tersebut baru saja terjual seharga 32.500 dollar AS atau Rp 457 juta.

Sejak Omega berhenti memproduksi movement tersebut pada tahun 1968, arloji tersebut kian langka dan berharga.

Jadi, tak perlu kecewa bagi yang belum memiliki. Kini Calibre 321 kembali.

Kendati demikian, Omega belum mau mengungkap ke publik detail dari arloji yang mengenakan mesin paling berserajah ini.

Baca juga: Arloji ?Ultraman? OMEGA Langsung Ludes dalam 2 Jam

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com