3 Gaya Hidup yang Perlu Diperhatikan agar Terhindar dari Obesitas - Kompas.com

3 Gaya Hidup yang Perlu Diperhatikan agar Terhindar dari Obesitas

Kompas.com - 16/01/2019, 08:15 WIB
Ilustrasi obesitas, kegemukan, mengukur lingkar pinggangnito100 Ilustrasi obesitas, kegemukan, mengukur lingkar pinggang

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan pada gaya hidup untuk terhindar dari obesitas. Kepada Kompas.com, dr Raissa Djuanda M.Gizi., SpGK mengungkapkan, tiga hal tersebut adalah pola makan, aktivitas fisik, dan pola tidur.

Tiga hal dasar ini mungkin terkesan umum, namun memiliki risiko besar jika salah penerapan.

Berikut tips untuk menerapkan gaya hidup sehat berdasarkan tiga hal tersebut.

1. Pola makan 

Ilustrasi makanjacoblund Ilustrasi makan
Menurut Raissa, aturan dasar dalam pola makanan adalah, asupan kalori tidak melebihi kebutuhan harian tubuh. Jika asupan tersebut terus berlebih, dan dilakukan setiap hari, risiko yang terjadi pada kemudian hari adalah obesitas. 

Adapun kalori harian rata-rata yang dibutuhkan tubuh adalah 1.500-2.500 kkal tergantung pada usia, jenis kelamin, aktivitas, dan tinggi badan.

Raissa mengingatkan, menjaga asupan kalori bukan berarti tidak makan, melainkan memilih makanan yang tepat.

"Misalnya, ada nasi putih dan merah, pilih nasi merah. Kemudian ayam goreng dan sup, pilih sup ayam," kata Raissa.

Baca juga: 6 Tips Pola Makan untuk Menurunkan Berat Badan

2. Aktivitas fisik

Ilustrasi olahraga di kantorshutterstock Ilustrasi olahraga di kantor
Makanan sehat, tanpa aktivitas fisik pun, akan jadi sia-sia. Aktivitas fisik, menurut Raissa, berpengaruh pada berat badan seseorang.

"Kalau kita gerak biasanya kalorinya kan ada yang terbakar tuh, nah makanan yang kita asup ada yang dibakar dan dibuang," ujar Raissa.

"Kalau kita enggak gerak sama sekali, lama kelamaan makanan yang kita makan akan numpuk dan badan akan menjadi gemuk."

Menurut Raissa, jika tak sempat aktivitas fisik seperti olahraga tau pergi ke gym, cara termudah adalah dengan berjalan kaki minimal 30 menit non-stop. Hal itu juga dianggap sebagai aktivitas fisik. 

"Bisa mengakali dengan parkir lebih jauh atau turun di pemberhentian mana, sehingga bisa jalan lebih jauh," ujar Raissa.

Baca juga: 20 Cara Mudah Lebih Aktif Bergerak Selama di Kantor

3. Pola tidur

ilustrasi tidur ilustrasi tidur
Dari dua hal sebelumnya, pola tidur seringkali dianggap remeh. Padahal, pola tidur yang baik—kisaran 6-8 jam per hari—maka bisa mengatur berat badan.

"Karena saat tidur, badan kita recovery lagi, kemudian metabolisme lebih teratur. Metabolisme enggak melambat," ujar Raissa.

Penelitian di Duke University Medical Center di Durham, North Carolina, Amerika Serikat, juga mengungkapkan, waktu tidur yang teratur membuat jantung dan metabolisme tetap sehat.

Menurut studi tersebut, orang-orang yang pergi tidur pada waktu yang tidak teratur lebih berisiko kelebihan berat badan, memiliki gula darah tinggi, dan tekanan darah tinggi. 

Baca juga: Tidur Cukup Bisa Bantu Menurunkan Berat Badan


Terkini Lainnya


Close Ads X