Kesepian Picu Berbagai Penyakit, dari Depresi hingga Kematian Dini

Kompas.com - 27/02/2019, 11:01 WIB
. THINKSTOCKPHOTOS.

KOMPAS.com - Menikmati waktu-waktu seorang sendiri alias me time terkadang bisa "mengisiulang" diri sehingga lebih sehat secara mental.

Namun, kondisi kesendirian yang terlalu lama atau kesepian, justru bisa mengganggu kesehatan dan kualitas hidup.

Menurut VeryWellMind, kesepian bisa memicu berbagai macam penyakit. Mulai dari depresi, penyakit jantung, perkembangan alzheimer, hingga penurunan kemampuan belajar.

Lebih jauh, sebuah studi pada tahun 2017 menemukan, isolasi sosial, kesepian, dan hidup sendiri bisa menggiring seseorang pada peningkatan risiko kematian dini karena obesitas.

Baca juga: Makan Gorengan Setiap Hari Picu Risiko Kematian Dini

Para peneliti selama beberapa tahun mengidentifikasi sejumlah indikator umum kesepian, dan usaha yang bisa dilakukan orang-orang untuk mengatasi perasaan tersebut.

1. Kesepian meningkat seiring bertambahnya usia

Dalam sebuah interview bersama Vox, seorang psikolog dari University of Cologne, Jerman, Maike Luhmann mengaku menemukan sebuah studi pada tahun 2016 yang membahas tentang peningkatan kadar kesepian seseorang.

Peningkatan kadar itu terpantau ketika mereka menginjak usia sekitar 30 tahun dan 50 tahun.

"Faktanya, semakin banyak teman yang kamu miliki dan semakin sering kontak yang kamu lakukan, kamu akan semakin sedikit mengalami kesepian," kata Luhmann.

Namun, jika kamu menghabiskan waktu bersama orang-orang yang juga merasa kesepian, hal itu akan memperparah rasa kesepianmu.

Menurut sebuah artikel yang dipublikasikan pada Journal of Personality and Social Psychology di tahun 2009, kesepian bisa menyebar di antara orang-orang dalam satu kelompok sosial.

Bersyukur atas hal-hal positif yang diterima dalam hidup bisa membantu meningkatkan kesehatan dan memperbaiki hubungan dengan orang sekitar.

Baca juga: Bermalas-malasan Disebut Mampu Cegah Kematian Dini, Benarkah?

Dalam penelitian yang dipublikasikan Clinical Psychology Review di tahun 2010 disebut, bersyukur bisa meningkatkan kesejahteraan seseorang secara keseluruhan.

2. Koneksi manusia secara 'offline' 

Ketika kesepian melanda, mengakses media sosial mungkin bisa membantu.

Namun, sebuah studi yang dipublikasikan pada American Journal of Preventive Medicine di 2019 menemukan, partisipan yang lebih sering menggunakan media sosial lebih rentan mengalami isolasi sosial.

Data itu dibandingkan dengan partisipan yang lebih jarang menggunakan media sosial.

Ada pun studi tersebut dilakukan terhadap partisipan dengan rentang usia 19-32 tahun.

Selain itu, menghabiskan waktu bersama hewan peliharaan juga bisa membantu mengatasi rasa kesepian.

Dalam sebuah studi di tahun 2017 yang dipublikasikan Nature disebutkan, para peneliti menemukan, memelihara anjing bisa mengurangi risiko masalah kardiovaskular.

Baca juga: Diet Rendah Karbohidrat Bisa Sebabkan Kematian Dini?

Sebab, anjing cenderung mendorong pemiliknya untuk melakukan aktivitas sosial dan memberikan dukungan sosial.

Anjing memaksa sang pemilik untuk pergi ke luar dari rumah, dan berinteraksi sosial alih-alih hanya bertahan di zona nyaman.

"Terhubung dengan orang lain secara sosial adalah hal fundamental yang dibutuhkan manusia."

"Penting untuk kesejahteraan dan bertahan hidup," ucap penulis studi Julianne Holt-Lunstad.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X