Kompas.com - 08/03/2019, 13:57 WIB
Anggota Pramuka Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur sedang memungut sampah plastik dan Non plastik di areal obyek wisata air terjun Lapopu, Desa Hatikuloku, Kecamatan Wanokaka, Senin (4/3/2019). Dok. Balai TN MatalawaAnggota Pramuka Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur sedang memungut sampah plastik dan Non plastik di areal obyek wisata air terjun Lapopu, Desa Hatikuloku, Kecamatan Wanokaka, Senin (4/3/2019).

KOMPAS.com - Gaya hidup tanpa plastik sedang digaungkan saat ini. Sejak tanggal 1 Maret, minimarket di Indonesia tidak lagi menyediakan kantong plastik secara gratis demi mengurangi sampah plastik.

Bahkan, pertunjukan musik Java Jazz Festival yang berlangsung di Jakarta awal Maret lalu juga dijadakan ajang kampanye untuk mengurangi sampah plastik.

Kampanye bertajuk "Sayangi bumi" itu mengimbau kelompok milenial mengganti produk minuman berbahan plastik dengan bahan yang lebih ramah lingkungan

Tak hanya di Indonesia, gaya hidup tanpa plastik ini juga gencar disuarakan masyarakat di dunia.

Dalam ajang Festival Glastonbury yang berlangsung di Inggris pada minggu lalu, misalnya, penyelenggara melarang penjualan botol sekali pakai untuk pertama kalinya dalam 49 tahun sejarahnya.

Dan pada bulan Januari, skema daur ulang lensa kontak bebas plastik pertama diluncurkan di Inggris dalam upaya untuk mengurangi dampak lingkungan dari limbah plastik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut penelitian baru, saluran air Inggris dipenuhi dengan polusi plastik, dengan jumlah hingga 1.000 mikroplastik atau potongan kecil plastik - ditemukan per liter di sungai yang tercemar.

Dr Christian Dunn, seorang peneliti lahan basah di Bangor University yang melakukan penelitian ini, mengatakan plastik mikro harus dianggap sebagai kontaminan serius yang muncul, sama seperti limbah farmasi dan pestisida.

Hidup tanpa plastik memang bukan hal mudah, karena kita begiru dekat dengan plastik. Mulai dari tas kresek, sedotan, botol dan gelas minuman, kemasan makanan, semuanya dari plastik.

Karenanya butuh komitmen dan kedisiplinan yang tinggi untuk mengurangi pemakaian plastik agar bumi menjadi tempat yang lebih sehat dan bersih.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.