Tips dari Dokter untuk Memilih Alas Kaki

Kompas.com - 14/04/2019, 12:13 WIB
ilustrasi sepatu olahragashutterstock ilustrasi sepatu olahraga

JAKARTA, KOMPAS.com - Memilih alas kaki yang baik memang harus mempertimbangkan kenyamanan, selain juga modelnya. Apalagi, sepatu atau sandal yang dipakai setiap hari berpengaruh pada postur tubuh kita.

Kepada Kompas.com, dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, Deta Tanuwidjaja, mengungkapkan, salah satu efek negatif dari salah memilih alas kaki adalah memengaruhi struktur tubuh bagian atas, seperti sendi. 

"Jaringan ikat sendi akan kena beban, dan jika lama kelamaan kena beban, maka sendi akan terkikis, yang lama kelamaan akan radang sendi. Namun (terjadi) dalam jangka waktu lama," kata Deta dalam acara yang diadakan oleh Crocs, di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Deta, pilihlah sepatu yang mampu meredam gaya balik atau beban balik ke tubuh pada bagian mid sole.

"Kalau di dunia kedokteran ada namanya bounce back atau energy return, kalau (sepatu) dia makin enggak bisa meredam, atau keras, maka dia enggak bagus," kata Deta.

"Nah kalau sepatu terlalu lembut, sehingga enggak kasih dorongan balik juga enggak bagus. Yang bagus adalah kalau kita injak dia lembut, tapi juga kasih dorongan balik yang mendukung."

Untuk bagian atas alas kaki tergantung kebutuhan. Jika perlu untuk aktivitas yang butuh banyak gerak, maka pilih yang tingginya di bawah mata kaki.

Sebaliknya, jika mau melindungi sendi mata kaki, bukan mengharapkan kelincahan aktivitas, maka ambil yang agak tinggi--melewati mata kaki. 

"Saya saranin, makin ringan aktivitas, maka makin boleh pilih bagian atas terbuka atau tanpa tali," katanya.

"Tapi kalau aktivitas makin berat, maka baiknya bagian atas tertutup dan cengkraman bisa disesuaikan--pilih yang pakai tali atau strap."




Close Ads X