Kompas.com - 24/06/2019, 06:00 WIB

Pengunjung bisa menikmati berbagai hal terkait seni, mulai dari koleksi lukisan permanen, pameran, pertunjukan teater, tari, kelas musik dan melukis.

Juga ada ruang baca, lokakarya budaya, seminar, hingga program pelatihan.

Menggabungkan unsur alam dan seni ternyata memang menjadi tujuan dari ARMA.

Tujuan itu ditegaskan lewat konsep museum yang terintegrasi. Sehingga ARMA tidak hanya memamerkan karya buatan manusia, tetapi juga menyelipkan unsur-unsur alam serta pendidikan.

Misalnya, dengan menyertakan sawah di dalam lingkungan museum agar anak-anak tahu bagaimana nasi yang mereka makan diproduksi.

"Mereka kan harus lihat setiap hari. Makanya ARMA konsepnya holistik."

"Ada pengairan, bebas plastik, kami tidak hanya slogan tapi memberikan contoh," kata Budayawan sekaligus pemilik ARMA museum, Anak Agung Gde Rai.

"Ada karya seni, ada alam yang dianugerahkan oleh Tuhan. Jadi ada karya seni dan ada sumber inspirasinya."

Agung tak mengingat persis berapa jumlah karya seni yang ada di galerinya. Namun, karya-karya seni yang dipajang dirotasi secara berkala.

Biasanya, rotasi karya seni dilakukan setiap satu tahun sekali.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.