Kompas.com - 24/06/2019, 06:00 WIB

"Faktornya karena di sekolah tidak dididik apresiasi kaeya seni. Kita hanya belajar tentang orang lain, tidak diajari mengapresiasi budayanya," kata Agung Rai.

Mengapresiasi karya seni, menurut dia, adalah pekerjaan rumah seluruh masyarakat Indonesia dan juga pemerintah untuk terus ditumbuhkan.

Baca juga: Mengenang Keganasan Merapi di Museum Sisa Hartaku

Bagi masyarakat, apresiasi seni juga bisa dilakukan di lingkungan rumah. Misalnya, dengan menghias rumah dengan karya-karya seni.

"Seni tidak semata karena orang lain, tapi di rumah penuh hiasan di dinding, ada filsafat, simbol. Dalam bentuk apapun," ujar dia.

Lukisan hingga ukiran

Area museum ARMA di Ubud, Bali.KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Area museum ARMA di Ubud, Bali.

Karya seni yang dipajang di ARMA, baik karya permanen maupun pameran, terdiri dari beragam jenis, mulai dari lukisan, tekstil, fotografi, hingga karya seni ukir.

Pada 14 Juni lalu, misalnya, sejumlah karya seni ukir seniman Bali dipamerkan di ARMA bertepatan dengan peluncuran buku "Balinese Woodcarving - A Heritage to Treasure", (Menelusuri Warisan Seni Ukir Kayu Bali).

Beberapa karya ukiran yang ditampilkan antara lain adalah karya dari I Made Ada, I Wayan Muka, I Wayan Mudana, I Ketut Bangkit, Kadek Wijana, I Wayan Puspa, dan lainnya.

Sebagian karya juga dipamerkan secara permanen.

Beberapa karya lukis dari seniman asal Bali dan luar negeri yang dipamerkan di ARMA, antara lain adalah lukisan klasik Kamasan, karya agung dari para seniman Batuan di era 1930 dan 1940.

Juga ada karya-karya seniman ternama Bali, seperti I Gusti Nyoman Lempad, Ida Bagus Made, Anak Agung Gde Sobrat, dan I Gusti Made Deblog.

Baca juga: Pembuatan Mural Museum Kota Bangdung Sisakan Tunggakan Rp 575 Juta

ARMA tak hanya merupakan museum dan tempat belajar seni, tapi juga memiliki area penginapan, restoran, klub, dan kafe.

Museum dibuka setiap hari mulai Pukul 09.00-18.00 dengan harga tiket museum Rp 100.000. Sementara bagi siswa sekolah harga tiket sebesar Rp 50.000.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.