Kompas.com - 03/07/2019, 16:05 WIB

KOMPAS.com - Saat ini orangtua tampaknya perlu memiliki alasan lain untuk mengkhawatirkan kesehatan mental anak-anak, karena penggunaan media sosial.

Barnado, sebuah organisasi di Inggris yang didedikasikan untuk membangun keluarga yang lebih kuat, masa kanak-kanak yang lebih aman, dan masa depan lebih positif untuk kaum muda, melakukan penelitian bagaimana paparan konten yang tidak pantas di media sosial dapat berdampak negatif pada kesehatan mental anak-anak.

Praktisi layanan yang memiliki pengalaman bekerja dengan anak-anak mengungkap, bahwa banyak anak memiliki pengalaman tidak menyenangkan saat menggunakan media sosial. Bahkan, beberapa dari anak tersebut berusia sekitar dua tahun.

Dari studi itu, peneliti menemukan sebanyak 78% praktisi yang disurvei mengatakan mereka bekerja dengan anak-anak yang telah mengakses konten berbahaya dan tidak sesuai usia.

Baca juga: Gadget Bisa Picu Kerusakan Saraf, Apa Gejalanya?

Kemudian, 79% praktisi pernah bekerja dengan anak-anak berusia 11-15 tahun yang menjadi korban cyberbullying dan 58% anak-anak berusia 16 tahun ke atas adalah korban cyberbullying.

Hal tersebut sangat berbahaya, karena buli di dunia maya menyebabkan banyak anak membahayakan diri mereka sendiri, bahkan memertimbangkan untuk bunuh diri.

Michelle Maliniak, konselor professional dengan gelar Master in Counseling dari University of Phoenix mengatakan, hal itu dapat menyebabkan dampak mendalam pada kesehatan mental anak.

“Kekhawatiran terbesar saya untuk anak-anak adalah perkembangan otak, karena jika mereka berada di bawah tekanan atau mengabaikan atau terkena hal-hal yang mengejutkan, itu akan memengaruhi perkembangan otak mereka,” jelas Maliniak.

“Anak-anak yang terpapar pada hal-hal yang penuh tekanan seperti buli, paparan konten seksual sejak dini, itu akan menempatkan otak mereka di bawah tekanan, karena otak mereka tidak dapat memprosesnya. Selanjutnya, itu akan memicu kecemasan pada diri mereka,” lanjutnya.

Baca juga: Trik Mengalihkan Anak dari Gadget

Karena alasan itu, Maliniak menekankan pentingnya melindungi anak-anak dari bahaya media sosial. Di sinilah orangtua harus menjadi kunci.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.