Kompas.com - 14/07/2019, 18:00 WIB

Sejak kecil, dia mengaku hobi mencuci sepatu. Lantas, Refaldy pun pun membuka bisnis ini dengan target pasar teman-temannya sendiri.

Setelah tugas kuliah rampung, dia memutuskan melanjutkan bisnisnya hingga berkembang seperti sekarang.

Saat ini, Sneaklin sudah ada di 39 store di Bandung, Bali, Balikpapan, Jakarta, Pontianak, Banjarmasin, Jabodetabek, dan Palembang.

Sistemnya ada yang kerja sama ada pula yang waralaba.

Baca juga: Gents Quarters, Tempat Ngopi, Cukur, Jahit Jas, hingga Cuci Sepatu

Omzet besar

Omzet dari 39 toko ini hampir Rp 500 juta per bulan, artinya dalam setahun bisa menyentuh angka miliaran rupiah.

Sedangkan, gerai yang ia pegang langsung di Jalan Lombok omzetnya mencapai Rp 40-50 juta per bulan.

“Tahun ini rencananya akan buka di Semarang dan Jakarta,” tutur dia.

Gurihnya bisnis membersihkan sepatu juga dirasakan Fitria Ramdani. Ia memulai bisnisnya tahun 2015.

“Awalnya sering cuci sepatu di laundry-laundry, terus kok mahal ya. Gimana kalau bikin sendiri mungkin jauh lebih murah,” ungkap dia.

Lalu ia memutuskan untuk membuat tempat grooming sepatu dengan harga paten dan tidak berubah di akhir.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.