BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Acticor

Diet Rendah Lemak, Kunci Awal Hajar Kolesterol

Kompas.com - 16/07/2019, 15:30 WIB
Makanan sehat yang menggandung lemak sehat atau omega 3Shutterstock Makanan sehat yang menggandung lemak sehat atau omega 3


KOMPAS.com
- Tubuh dengan berat badan berlebih atau obesitas cenderung memiliki risiko kolesterol tinggi.

Kolesterol tinggi berarti keadaan tingginya kadar Low Density Lipoprotein (LDL) dalam pembuluh darah.

Nah, LDL atau disebut kolesterol ‘jahat’ yang teroksidasi cenderung menempel pada dinding pembuluh arteri dan membentuk plak yang dapat menyumbat pembuluh darah.

Tentu, hal tersebut berbahaya bagi kesehatan. Akibatnya bahkan bisa memicu penyakit lain seperti stroke atau penyakit jantung. Lantas, apa solusinya?

Baca jugaAnak Muda Berpeluang Juga Miliki Kolesterol Tinggi

Pilihan mengurangi berat badan dan tumpukan lemak bisa menjadi langkah awal. Salah satu caranya bisa dilakukan adalah melalui diet rendah lemak.

Diet rendah lemak yakni pola makan yang membatasi jumlah asupan lemak yang masuk dari makanan.

Dilansir dari Kompas.com, pola makan diet rendah lemak membantu mengurangi asupan kalori. Tujuannya memang untuk memperbaiki kembali kadar kolesterol dan trigliserida darah.

Namun, supaya berhasil diet rendah lemak ini ada hitung-hitungannya pula.

Berdasarkan Kementerian Kesehatan RI diet rendah lemak perlu memenuhi beberapa syarat. Pertama, lemak yang akan masuk harus kurang dari 30 persen energi total atau kalori harian.

Baca jugaPanduan Pola Makan untuk Mengatasi Kolesterol Tinggi

Lemak yang lebih banyak dikonsumsi pun sebaiknya yang termasuk dalam kategori lemak tidak jenuh. Misalnya, hindari lemak jenuh yang berasal dari gorengan.

Kemudian, masuknya asupan serat juga harus lebih dari 25 gram per hari. Karena itu, perbanyak sayuran juga mendukung diet rendah lemak ini.

Perlu diingat kembali bahwa diet rendah lemak dilakukan agar kalori yang masuk berkurang. Karena itu, jangan sampai makanan lain selain lemak justru dimakan berlebihan, seperti gula yang kalorinya juga tinggi.

Membatasi lemak

Dilansir dari webmd.com, Sabtu (16/2/2019), salah satu cara untuk membatasi lemak adalah dengan membiasakan Anda membaca label nutrisi pada bungkus makanan.

Ini karena kabel nutrisi menunjukkan jumlah lemak dalam gram per takaran saji atau kalori per saji. Untuk itu, bila makan daging pilihlah yang tanpa lemak, seperti daging ayam tanpa kulit.

Meski begitu, mengurangi lemak bukan berarti tidak makan lemak sama sekali. Ada juga lemak baik dan lemak tak jenuh dari tumbuhan yang baik dikonsumsi. Contohnya kacang-kacangan, minyak zaitun, ikan dan susu skim.

Kemudian, sewaktu masak atau makan di luar, pilihlah hidangan yang cara memasaknya direbus, dibakar atau dipanggang. Sebaiknya, hindari yang digoreng baik dengan minyak maupun mentega.

Baca juga8 Makanan yang Baik untuk Kolesterol, Apa Saja?

Setelah melakukan pola makan sehat, langkah selanjutnya membatasi lemak atau bahkan membakar lemak dengan berolahraga lebih rutin.

Apabila hal itu dirasa kurang cukup, tambah juga konsumsi minuman tambahan untuk penurun kolesterol. Salah satunya adalah Nestle Acticor.

Kandungan betaglucan dan inulin di dalam Nestle Acticor terbukti secara klinis dapat membantu menurunkan kolesterol. Sementara itu, kandungan vitamin B1 dan B2 yang di dalam minuman tambahan ini baik untuk tubuh.

Bagaimana mudah bukan? Jadi menurunkan kolesterol bukan lagi hal yang sulit dan rumit.

Selamat mencoba!

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya