Beban Ransel yang Berat Ancam Kesehatan Punggung

Kompas.com - 14/08/2019, 16:13 WIB
Ilustrasi tas sekolah anak shutterstockIlustrasi tas sekolah anak

KOMPAS.com - Semakin hari tas sekolah anak-anak lebih berat daripada tas orang dewasa.

Tak hanya membawa buku pelajaran, anak sekolah juga terkadang perlu membawa baju ganti, botol air dan bekal makanan, karena jam sekolah yang panjang.

Menurut ahli bedah ortopedi Arjun S. Sebastian, membawa ransel yang berat setiap hari berdampak signifikan pada kesehatan punggung dan leher anak.

“Umumnya ransel anak harus memiliki berat tidak lebih dari 10 persen dari berat badan anak,” ucap Sebastian.

Jadi, anak dengan bobot tubuh 40 kilogram seharusnya tidak boleh membawa tas yang beratnya lebih dari empat kilogram.

Untuk memastikannya, tak ada salahnya menimbang berat ransel yang dibawa oleh anak kita.

Untuk meringankan beban tas, tanyakan kepada guru anak apakah ada salinan buku tambahan untuk buku teks di sekolah sehingga anak tak perlu membawanya dari rumah.

"Anak yang berjalan membungkuk atau menarik tali tas saat berjalan bisa jadi pertanda beban di ranselnya terlalu berat," kata Sebastian.

Lalu, bagimana seharusnya anak-anak membawa ransel mereka?

Untuk mengurangi tekanan pada leher dan punggung, ransel harus dikenakan dengan benar. Kedua tali ransel harus dipasang dengan benar, tidak boleh menggantung terlalu rendah dan tidak terlalu ketat sehingga tidak melukai kulit sang anak.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X