BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Sambal ABC

Sambal Punya Banyak Manfaat untuk Kesehatan, Kok Takut Pedas?

Kompas.com - 23/08/2019, 20:09 WIB
Ilustrasi sejumlah jenis sambal Nusantara beserta cabai yang menjadi bahan utama pemicu sensasi rasa pedasnya. SHUTTERSTOCK/ARIYANI TEDJOIlustrasi sejumlah jenis sambal Nusantara beserta cabai yang menjadi bahan utama pemicu sensasi rasa pedasnya.

KOMPAS.com - Bumbu kuliner Indonesia tak lepas dengan kehadiran cabai. Itu karena mayoritas masyarakat Indonesia begitu menggemari masakan pedas.

Tak peduli jenis makanannya, bagi orang Indonesia, keberadaan sambal menjadi sebuah keharusan saat di meja makan.

Hal tersebut dibuktikan oleh Rian (25), seorang karyawan swasta di Jakarta saat menceritakan pengalamannya berlibur ke Kupang, Nusa Tenggara Timur.

"Warga di sana terbiasa menyantap pisang dan ubi rebus saat sarapan dengan sambal," ujar Rian kepada Kompas.com, Selasa (24/7/2019).

Sayangnya, saat mayoritas orang mengakui kenikmatan sambal, tak sedikit orang yang berpikir dua kali saat ingin menyantap makanan pedas.

Padahal, di balik panasnya lidah akibat sambal ternyata menyimpan berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh.

Berikut adalah empat manfaat positif menyantap makanan pedas yang dirangkum Kompas.com.

Dapat mengurangi rasa sakit

Banyak yang tak menyadari jika menyantap sambal rupanya membantu mengurangi rasa sakit dalam tubuh.

Hal tersebut diakibatkan kandungan di dalam cabai yang disebut capsaicin.

Sebagai informasi, capsaicin merupakan senyawa kimia aktif dalam cabai yang memberikan sensasi panas dan pedas.

Dalam seri buku Plant Resources of Southeast Asia No. 12: Medicinal and Poisonous Plants 1 (1999) menyebutkan, bahwa capsaicin memiliki sifat analgesik yang dapat membantu menahan atau menghilangkan rasa sakit.

Meningkatkan fungsi jantung dan metabolisme tubuh

Meski di dunia terdapat ribuan jenis cabai, kandungan di dalamnya secara umum memiliki nutrisi yang serupa, yakni kaya akan vitamin A dan C.

Vitamin C melalui sambal yang dikonsumsi akan membantu meningkatkan proses metabolisme dalam tubuh.

Dr. Richard Schzul, seorang pengajar di School of Natural Healing di Springville, Amerika serikat,mengatakan cabai rawit dapat mencegah serangan jantung.

Dua kandungan tersebut mampu memperkuat dinding pembuluh darah vena serta dapat mengembalikan elastisitas pembuluh darah.

Lebih jauh dirinya menjelaskan, melalui cabai rawit rasa sakit pada angina pectoris saat otot jantung kekurangan darah dapat hilang.

Capsaicin juga dengan mudah masuk ke meridian jantung, lalu memompa darah dan nutrisi ke otot jantung.

Mencegah kanker

Selain membantu menghilangkan rasa sakit, kandungan capsaicin pada sambal juga memberikan dampak positif dalam menangkal sel kanker.

Dilansir Self, menurut American Association for Cancer Research, senyawa capsaicin memiliki kemampuan untuk mematikan beberapa jenis kanker dan sel leukemik.

Peneliti juga melakukan eksperimen yang dilakukan pada tikus, hasilnya capsaicin mampu membunuh 80 persen kanker prostat tanpa membahayakan sel-sel normal di sekitarnya.

Selain itu, capsaicin dalam cabai efektif menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam tubuh.

Mengembalikan mood

Dalam beberapa peristiwa, tak jarang ditemukan seseorang kembali bersemangat setelah mengkonsumsi makanan pedas.

Menurut ensiklopedia Upaboga di Indonesia (2003), itu karena cabai pada sambal yang dikonsumsi dapat meningkatkan hormon serotonin dalam tubuh.

Sebagai informasi, serotonin merupakan hormon yang dirancang untuk mempengaruhi kondisi suasana hati.

Terlebih menurut Harvard Medical School menyebutkan beberapa orang yang menderita depresi memiliki kadar serotonin yang terlalu rendah.

Melihat deretan data di atas, maka sudah seharusnya Anda untuk berani mencoba kuliner pedas.

Apalagi saat ini, tak sulit menemukan tempat makan di kota-kota besar yang menyediakan kuliner pedas.

Menu dengan jumlah cabai berlevel pun kini menjadi tren, bahkan tak sedikit orang yang rela mengantre demi menyantap hidangan pedas.

Seperti warung Mi Abang Adek yang berlokasi di Jalan Mandala Utara No.8, Tomang, Jakarta Barat.

Bagi masyarakat urban Jakarta, tempat ini tentu sudah tak asing.

Di tempat tersebut, terdapat menu favorit para pecinta pedas yakni mi terpedas sedunia ala sambal ABC.

Menu ini pertama kali diperkenalkan di Ubud Food Festival 2018 dan telah dicoba oleh 1.476 orang baik lokal dan mancanegara. Pedasnya bahkan mendapatkan rekor MURI.

Tertarik mencoba namun khawatir berdampak pada tubuh? Tenang, Sambal ABC berkolaborasi dengan AXA Financial Indonesia menghadirkan asuransi pedas pertama di dunia yakni Sambal ABC Pedasuransi Bersama AXA.

Sambal ABC Pedasuransi Bersama AXA asuransi pedas pertama di duniadok. Sambal ABC Sambal ABC Pedasuransi Bersama AXA asuransi pedas pertama di dunia
Bagi yang belum mengetahuinya, ini merupakan sebuah program yang memberikan jaminan perlindungan berupa bantuan rawat inap senilai Rp300.000 selama 7 hari.

Hadirnya pedasuransi bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk berani mencoba sensasi makanan pedas melalui mi terpedas sedunia ala sambal ABC.

Selain Jakarta, Warung Mie Abang Adek Bandung juga menyediakan mi terpedas sedunia ala sambal ABC yang berlokasi di Jalan Jend. Sudirman No.107, Karanganyar.

Silakan dicoba, apalagi Sambal ABC Pedasuransi Bersama AXA mengajak seluruh masyarakat untuk mencicipi mi terpedas sedunia ala sambal ABC di dua lokasi tersebut secara gratis.

Caranya mudah, cukup menyertakan kupon yang bisa didapat di video YouTube ini dan tukarkan langsung ke lokasi yang sudah ditentukan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya