Tak Cuma Gangguan Paru, Ini Efek Polusi Udara Bagi Tubuh

Kompas.com - 16/09/2019, 16:38 WIB
Pengendara melintas di Jembatan Kahayan yang diselimuti kabut asap di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Minggu (15/9/2019). Kota Palangkaraya kembali diselimuti kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah di Kalimantan Tengah sehingga menimbulkan aroma yang menyengat dan menggangu aktivitas warga. ANTARA FOTO/RENDHIK ANDIKAPengendara melintas di Jembatan Kahayan yang diselimuti kabut asap di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Minggu (15/9/2019). Kota Palangkaraya kembali diselimuti kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah di Kalimantan Tengah sehingga menimbulkan aroma yang menyengat dan menggangu aktivitas warga.


KOMPAS.com - Polusi udara berat yang melingkupi Riau dan Kalimantan akibat kebakaran hutan merupakan ancaman besar bagi kesehatan.

Selain kabut asap, kota-kota besar di Indonesia juga belum selesai dengan isu polusi udara. Tidak hanya berdampak buruk bagi organ pernapasan, paparan udara yang kotor dalam waktu lama juga berdampak negatif bagi tubuh.

1. Meningkatkan risiko autisme
Ibu hamil yang tinggal di area dengan udara kotor berpotensi dua kali lebih besar memiliki bayi autisme. Walau begitu, penelitian ini belum sampai pada kesimpulan.

Para ahli sendiri belum menemukan bagaimana pengaruh polusi udara pada perkembangan otak. Kaitan terkuat adalah jika paparan polusi itu terjadi di trimester tiga kehamilan.

2. Mengurangi kesuburan
Penelitian menyebutkan, polusi udara terkait erat dengan kualitas sperma yang buruk. Studi di Hongkong menemukan, pria yang tinggal di kota dengan polusi udara ternyata memiliki jumlah sperma sedikit dan bentuknya tidak normal. Akibatnya, tingkat kesuburan pun menurun.

Baca juga: Jumlah Sperma Terus Menurun dan Alasan Pria Harus Peduli

3. Tulang lemah
Polusi udara juga dapat meningkatkan risiko osteoporosis dan kondisi tulang lain yang menyebabkan tulang mudah patash.

4. Membahayakan ginjal
Ginjal termasuk dalam organ tubuh yang merasakan dampak polusi udara. Partikel polusi berukuran mikroskopik dapat masuk ke aliran darah. Karena fungsi ginjal adalah menyaring darah, maka partikel polutan dapat bertumpuk di organ ini.

5. Kulit cepat keriput
Ada banyak data penelitian di China, negara dengan tingkat polusi yang tinggi, yang menyebutkan adanya pigmentasi dan penuaan pada kulit. Singkatnya, orang-orang yang tinggal di kota berpolusi terlihat lebih tua dari usia sebenarnya.

Ilustrasi polusi udara dalam ruanganSHUTTERSTOCK Ilustrasi polusi udara dalam ruangan

6. Memicu sakit kepala
Salah satu temuan studi menyebutkan, peningkatkan angka berobat di rumah sakit untuk gangguan migren dan sakit kepala saat kadar polusi udara meningkat.

7. Gangguan paru
Ini tentu saja masuk akal. Polusi akan berdampak paling besar pada paru. Partikel-partikel halus yang sangat kecil akan terhirup masuk ke paru. Bagi orang yang sudah memiliki masalah paru, seperti asma atau penyakit paru terkait rokok, efeknya akan lebih berat lagi jika menghirup udara berpolusi.

8. Risiko kanker
Badan penelitian kanker di bawah WHO mengelompokkan polusi udara sebagai salah satu penyebab kanker, terutama kanker paru.

Baca juga: INFOGRAFIK: Waspada Kabut Asap!

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X