Menekan Risiko Komplikasi dengan Metode Sunat Modern

Kompas.com - 14/11/2019, 19:13 WIB
Iring-iringan Praje Besunat atau sunatan tradisional Suku Sasak, Lombok, memeriahkan Parade Bulan Budaya Lombok-Sumbawa di Mataram, Kamis (18/8/2016). KOMPAS.COM/KARNIA SEPTIAIring-iringan Praje Besunat atau sunatan tradisional Suku Sasak, Lombok, memeriahkan Parade Bulan Budaya Lombok-Sumbawa di Mataram, Kamis (18/8/2016).

 

KOMPAS.com - Khitan atau sirkumsisi merupakan salah satu tindakan bedah yang telah lama dipraktikkan dalam sejarah manusia dan dianjurkan di beberapa agama. Berkembangnya metode sunat modern membuat tindakan ini lebih nyaman dan minim komplikasi.

Metode khitan yang konvensional dilakukan dengan membuang kulup yang dipotong dengan gunting, lalu dilakukan penjahitan.

Tindakan sunat seharusnya dilakukan oleh dokter yang mempunyai kemampuan.

Menurut dr.Henki Prabowo Irianto, Sp.B dari Rumah Sunatan, masih banyak ditemui kasus-kasus komplikasi akibat tindakan sunat yang tidak tepat atau metode tradisional yang tidak sesuai prosedur.

“Di Komisi Perlindungan Anak banyak juga laporan kasus-kasus komplikasi akibat sunat yang tidak sesuai prosedur. Misalnya disunat dengan cauter tetapi jepitannya tidak presisi sehingga bagian kepala penis malah terpotong setengah,” ujar Henki dalam acara temu media di Jakarta (13/11).

Saat ini telah berkembang metode sunat modern, di antaranya kauter (dikenal dengan listrik), hingga klem.

Setiap metode, baik konvensional atau modern, memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

“Misalnya untuk metode cauter atau laser sebenarnya harus hati-hati karena anak tidak bisa diam, goyang terus, sehingga bisa tidak presisi,” ujarnya.

Baca juga: Sunat Pada Anak, Kapan Usia Ideal untuk Menjalaninya?

Metode klem

Metode lain yang saat ini disukai masyarakat adalah dengan klem karena diklaim lebih aman dan minim perdarahan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X