Jangan Asal Bikin Resolusi Tahun Baru

Kompas.com - 31/12/2019, 09:40 WIB
Ilustrasi membuat resolusi tahun baru. ShutterstockIlustrasi membuat resolusi tahun baru.

KOMPAS.com - Setiap awal tahun rasanya semua orang membuat target atau resolusinya masing-masing, namun tak sedikit yang gagal.

Sebagian orang bahkan membuat target yang sama setiap tahunnya, karena memenuhi sebuah target bukanlah hal yang mudah ketika kita sudah kekurangan antusiasme dan kembali ke kebiasaan lama.

Lalu, apa bedanya mereka yang memiliki resolusi sama setiap tahunnya dengan mereka yang berhasil merealisasikan resolusinya dari tahun ke tahun?

Lima tips berikut bisa menjadi jawabannya:

1. Memikirkan alasan dari setiap target

Ketika mengatur sebuah target, penting untuk memikirkan pula mengapa kamu memiliki target tersebut dan apakah alasan kamu itu tepat.

Psikiater dan penulis buku Dr. Michael Bennet mengatakan kepada the New York Times bahwa jika target tersebut disusun karena rasa benci terhadap diri sendiri, penyesalan atau hasrat ada satu waktu, kemungkinan kebiasaan baru tersebut tidak akan bertahan lama.

"Tetapi jika melalui sebuah proses di mana kamu berpikir keras mencari apa yang baik untuk dirimu, kamu mengubah struktur dalam hidupmu, kamu membawa orang-orang ke dalam hidupmu yang akan membantu merealisasikan resolusi tersebut, maka kamu punya kesempatan merealisasikannya," kata Bennet.

Baca juga: Resolusi Tahun Baru yang Tidak Pernah Terlaksana

2. Jangan takut punya target besar

Menurut Harvard Medical School, mengatur target yang besar bisa menginspirasi kita untuk menyelesaikannya. Mulai dari target berlari marathon, memulai usaha, menulis buku, atau mengambil kursus tertentu.

Mereka juga mengatakan bahwa sebuah target besar seringkali menginspirasi juga orang-orang di sekitar kita, yang mungkin membutuhkan dorongan dan dukungan dengan membantumu meraih target dengan cara praktis. Selain itu, jangan ragu untuk meminta bantuan ketika kamu membutuhkannya.

3. Membuat daftar target pendek setiap hari

Dalam bukunya, Smarter Faster Better, pemenang Pulitzer Charles Duhigg menjelaskan bagaimana target-target pendek berdampak pada produktivitaa.

Lewat Medium, Duhigg mengatakan bahwa sejumlah studi mengindikasikan sekitar 15 persen orang-orang yang menulis target-target harian pendek akan menuliskan hal-hal yang sudah mereka raih. Sebab, menuliskan pencapaian akan membuat mereka merasa produktif.

"Masalahnya, banyak orang menggunakan daftar target pendek hanya sebagai pemulih suasana hati, bukan untuk produktivitas," katanya.

Riset juga menunjukkan, ketika kita memiliki daftar target pendek, kita akan cenderung menyelesaikannya dengan mudah dan menyelesaikan tugas-tugas kecil yang lebih mudah terlebih dahulu.

Setiap pagi Duhigg membuat daftar target tentang tiga hal, yang tampak sederhana namun benar-benar membantunya menyelesaikan tugas-tugas paling penting.

Baca juga: Bagaimana agar Resolusi Tahun Baru Terwujud?

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Forbes
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X