Kompas.com - 18/01/2020, 07:59 WIB
Ilustrasi susu ShutterstockIlustrasi susu
|
Editor Wisnubrata

Tucker menuturkan, hasilnya membuktikan bahwa susu mungkin adalah "makanan paling kontroversial di AS."

"Jika seseorang meminta saya untuk membuat presentasi tentang nilai minum susu, saya bisa mengadakan presentasi satu jam yang akan membuat kaus kakimu lepas. Kamu akan berpikir, 'Wah, semua orang harus minum lebih banyak susu,'" tutur dia.

"Apabila seseorang mengatakan sebaliknya, saya juga bisa melakukan itu. Paling tidak, temuan-temuan studi ini benar-benar layak dipertimbangkan. Mungkin ada sesuatu di sini yang membutuhkan perhatian lebih."

Namun, Tucker mengatakan temuannya mendukung pedoman diet saat ini yang mendorong orang dewasa untuk mengonsumsi susu rendah lemak dan bukan susu tinggi lemak, sebagai bagian dari diet sehat.

"Bukan hal yang buruk untuk minum susu. Kita hanya harus lebih waspada dengan jenis susu apa yang kita minum," katanya.

Baca juga: 9 Tips Hidup Sehat demi Panjang Umur


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber NYPost
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.