Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rokok Melepas Racun Berbahaya Meski Telah Dimatikan

Kompas.com - 31/01/2020, 13:15 WIB
Gading Perkasa,
Lusia Kus Anna

Tim Redaksi

Sumber NYPost

KOMPAS.com - Rokok mengandung zat-zat kimia berbahaya bagi tubuh memang bukan informasi baru. Namun, menurut studi teranyar diketahui rokok melepaskan racun berbahaya, bahkan setelah dimatikan.

Puntung rokok yang dibuang di asbak dalam satu hari dapat menghasilkan setara 14 persen nikotin dari rokok yang terbakar. Demikian menurut studi dari National Institute for Standards and Technology.

Racun yang dilepaskan "setelah merokok" bisa berbahaya bagi mereka yang menumpuk puntung rokok di dalam ruangan.

"Kita mungkin berpikir dengan tidak pernah merokok di mobil saat ada anak-anak, kita melindungi mereka. Tapi jika asbak di mobilmu penuh puntung rokok yang mengeluarkan bahan kimia, maka paparan tetap terjadi," kata penulis studi, Dustin Poppendieck.

Studi yang dilakukannya melacak sembilan bahan kimia dari 2.100 rokok yang secara buatan diisap dan dipadamkan, kemudian dianalisis di lingkungan berbeda berdasarkan suhu, kelembapan, kecepatan angin, dan kelembapan puntung.

Baca juga: Rokok Vape Tidak Aman Dikonsumsi

Para ilmuwan menemukan, emisi dari puntung rokok dapat membuat orang terpapar dalam jumlah sekitar seperempat bahan kimia saat seseorang merokok di sekitar mereka.

"Yang mengejutkan adalah jumlah bahan kimia dari puntung rokok yang berpotensi terpapar pada kita tidak signifikan," ujar Poppendieck.

Sebagian besar zat kimia dari puntung rokok dilepaskan dalam 24 jam pertama, namun jejak nikotin bisa bertahan selama berhari-hari, menurut studi tersebut.

Para peneliti merekomendasikan agar perokok membuang puntung mereka dalam wadah tertutup, seperti toples.

"Setelah merokok akan perlahan berkurang," kata Poppendieck. "Tapi itu tidak akan pernah menjadi nol."

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber NYPost
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com