Kompas.com - 21/02/2020, 16:27 WIB
Big Hit bakal meluncurkan aplikasi belajar bahasa Korea bersama BTS pada Maret 2020 KoreabooBig Hit bakal meluncurkan aplikasi belajar bahasa Korea bersama BTS pada Maret 2020

KOMPAS.com – Semua anak terlahir dengan sistem jaringan otak yang sama, sehingga sejak awal mereka punya kemampuan sama dalam memahami bahasa manusia.

Bagi bayi baru lahir, semua bahasa pada dasarnya sama susahnya atau sama mudahnya. Baru pada saat remaja awal, karena berkurangnya saraf di otak, belajar bahasa baru dengan kefasihan seperti penutur asli (native) menjadi agak sulit.

Dari perspektif tersebut, sebenarnya bahasa mana yang sulit dipelajari hanya relevan pada bahasa kedua atau ketiga setelah bahasa ibu.

“Tergantung pada apa bahasa asli kamu, otak telah melakukan pengaturan untuk mengenal dan memproduksi bahasa tertentu,” kata konsultan bahasa dan komunikasi Vyvan Evans Ph.D.

Bahasa sangat bervariasi. Tentu saja, manusia secara umum punya fisiologi dan kapasitas yang sama untuk berbicara dalam bahasa lain. Memang ada variasi yang sangat besar dalam suara yang dipakai oleh sebuah bahasa. Tidak semua bahasa juga memilih set suara yang sama.

Baca juga: Lancar Berbicara Bahasa Inggris, Kuncinya Pede

Menurut Evans, kita butuh tiga elemen penting agar proses belajar bahasa asing menjadi mudah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Belajar cerdas. Maksutnya kita harus pintar dalam belajar pola tata bahasa dan pengucapan. Fokuslah pada kata-kata inti dan yang paling sering dipakai dalam bahasa tersebut.

Pendekatan kedua adalah pikirkan untuk apa kamu belajar bahasa itu. Misalnya jika kamu ingin jadi insinyur, konsentrasilah pada istilah-istilah teknik dulu. Juga dengan tata bahasa (grammar).

“Kita tak perlu mempelajari semuanya, kenali pola tata bahasanya, fokus pada apa yang paling sering dipakai, dan pelajari,” katanya.

Baca juga: Ridwan Kamil, Bahasa Inggris, dan Revolusi 4.0

2. Latihan. Tak harus melancong ke sebuah negara untuk praktik bahasanya sehari-hari. Dengan teknologi yang ada, sangat mudah untuk berlatih bahasa yang kita inginkan tersebut.

Kita juga bisa fokus belajar bahasa tersebut lewat film, musik, buku, komik, atau menonton video di Youtube. Jika memungkinkan, temukan teman penutur asli yang punya minat sama untuk saling berbicara melalui skype atau facetime.

3. Motivasi. Elemen ketiga adalah motivasi personal yang kuat. Misalnya, ingin belajar bahasa Italia karena ingin bisa ngobrol dengan kekasih saat makan malam romantis. Motivasi lain misalnya untuk pindah kerja atau sekolah di sebuah negara.

Selamat belajar.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.