BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Anlene

Kuat Berlari Tanpa Batas Usia, Begini Cara Lata Kare dan Julia Hawkins

Kompas.com - 28/02/2020, 14:17 WIB
Ilustrasi perempuan paruh baya sedang berlari. ShutterstockIlustrasi perempuan paruh baya sedang berlari.
Penulis Farhanah
|

KOMPAS.com – Seorang perempuan lanjut usia ( lansia) asal India berhasil menjadi juara lari 3 kilometer tanpa alas kaki pada 2014. Namanya Lata Kare (60). Kisahnya viral hingga diangkat menjadi sebuah film yang dibintangi langsung olehnya.

Dilansir dari wow.tribunnews.com, Rabu (12/2/2020), ia mengikuti lomba itu karena termotivasi atas kebutuhan dana Rp 1 juta untuk pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) bagi suaminya.

Dari informasi yang ia peroleh melalui anak muda di sekitar tempat tinggalnya tentang kejuaraan lari, ia pun nekat mendaftarkan diri menjadi peserta.

Targetnya, bisa memenangkan hadiah Rp 1 juta, sesuai dengan dana pengobatan yang dibutuhkan suaminya. Hasilnya tak mengecewakan, ia berhasil memenangkan kejuaraan itu.

Baca juga: Bagaimana Cara Berlari untuk Menurunkan Berat Badan?

Mungkin sebagian orang akan geleng-geleng kepala dengan pencapaian Lata di usianya yang telah senior.

Semangatnya masih besar. Sudah begitu, hal yang bikin banyak orang terkesan adalah tulang, sendi, dan otot milik Lata masih kuat.

Melihat riwayat hidupnya, kondisi tubuhnya yang kuat dipengaruhi oleh aktivitas hariannya. Tak heran, karena setiap hari Lata terbiasa berjalan kaki untuk beragam aktivitas.

Pada dasarnya, kisah serupa juga dimiliki oleh Julia Hawkins (103), asal Louisiana Amerika Serikat. Ia mendapat julukan “badai” (hurricane).

Baca juga: Mana Lebih Baik, Berlari di Treadmill atau Luar Ruang?

Dilansir dari lifestyle.kompas.com, Kamis (20/6/2019), julukan itu tersemat karena ia mampu memenangkan kejuaraan lari 50 meter dan 100 meter, untuk kelas perempuan di atas 100 tahun pada ajang Senior Games 2019 di Albuquerque, New Mexico.

Pada ajang yang sama 2017, ia menorehkan waktu yang lebih cepat untuk nomor lari jarak 100 meter. Mengagumkan bukan?

Saat ditanya apa rahasia tetap bugar dan kuat di usianya sekarang, ia mengaku tak memiliki rahasia khusus. Ia hanya menjaga pola makan sehat dan terus bergerak aktif

Ancaman penyakit tulang dan sendi

Beragam aktivitas yang membuat tubuh terus bergerak nyatanya membuat manusia lebih sehat di usia tua. Sayangnya saat ini, tak semua orang memiliki pengalaman serupa Lata dan Julia.

Baca juga: Mengenal Trigger Finger, Radang Sendi Jari yang Bikin Kaku

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) 2018, prevalensi penyakit sendi antara usia 15-24 tahun sebesar 1,2 persen.

Itu artinya permasalahan sendi tak hanya menyerang lansia saja, tetapi orang dewasa yang masih aktif pun punya potensi mengalami masalah ini.

Sementara jumlah yang paling banyak mengalami penyakit sendi, berada di rentang usia 65 – 74 tahun sebesar 18,6 persen dan di atas 75 tahun sebesar 18,9 persen.

Menurut riset itu pula, perempuan mengalami penyakit sendi lebih banyak dengan angka 8,5 persen dibandingkan pria 6,1 persen.

Baca juga: Kunyit Bisa Obati Radang Sendi, Benarkah?

Pada dasarnya, ada kok cara yang mudah dan murah agar terhindar dari kondisi tersebut, yaitu dengan berjalan kaki.

Jalan kaki punya beragam manfaat untuk melatih fisik, di antaranya memperkuat tulang, sendi, otot kaki, dan jantung.

Selain itu, mampu menurunkan kadar gula darah, membakar kalori, memperbaiki pencernaan, mengurangi risiko penyakit kronis, memperbaiki mood, dan meningkatkan kreativitas.

Namun, terus bergerak saja belum cukup, jika tak diimbangi dengan asupan nutrisi yang baik. Tulang membutuhkan vitamin D dan magnesium. Sementara sendi membutuhkan kolagen, vitamin C, serta vitamin E.

Baca juga: 7 Makanan Kaya Vitamin D, Demi Tulang dan Otot yang Sehat

Tak hanya perlu tulang dan sendi agar tubuh dapat terus aktif, kesehatan otot juga penting diperhatikan. Otot membutuhkan asupan protein, magnesium dan zinc, vitamin B2, B6 dan B12, serta vitamin D.

Kenapa vitamin D juga dibutuhkan oleh otot?

Nah, itu karena vitamin D juga membantu penyerapan kalsium agar otot dapat berfungsi maksimal, sehingga tubuh terhindar dari gejala pegal linu, cepat lelah, dan keram.

Tak perlu obat untuk memenuhi semua kebutuhan nutrisi tersebut. Bisa dipenuhi dengan mengonsumsi makanan yang bergizi seperti, buah, sayuran, kacang-kacangan, dan susu.

Baca juga: 3 Masalah Kesehatan Akibat Nutrisi yang Umum Terjadi pada Lansia

Ada beragam produk susu seperti yoghurt, keju, dan minuman susu yang mengandung kalsium tinggi.

Namun demikian, setiap orang harus selektif dalam memilih produk susu. Pasalnya, kebutuhan tubuh setiap orang tentu berbeda.

Orang yang ingin mengontrol diabetes, hipertensi, dan kolesterol membutuhkan susu yang tinggi serat, sumber kalium, dan tanpa penambahan gula seperti yang ada pada Anlene Gold Plus.

Susu tersebut berguna untuk menjaga kesehatan tulang, sendi, otot, membantu jaga kadar kolesterol tetap normal, jaga tekanan darah, dan baik bagi penderita diabetes.

Baca juga: Susu Rendah Lemak Mampu Memperlambat Penuaan

Sementara bagi orang yang hanya ingin menjaga kesehatan dan keaktifan tulang, sendi, serta otot, dapat mengonsumsi susu seperti Anlene Actifit.

Anda pun cukup mengonsumsinya dua kali sehari untuk jaga nutrisi tubuh.

Dengan begitu, bukan mustahil Anda bisa kuat berlari tanpa batas usia seperti Lata dan Julia. Anda hanya perlu bergerak aktif dan menjaga pola makan sehat bernutrisi.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya