Kompas.com - 11/03/2020, 17:15 WIB

Penelitian lain menunjukkan bagaimana perangai virus ini dalam lingkungan yang berbeda, dan diketahui kemungkinan hidup virus turun saat kelembanan dan suhu meningkat.

Penelitian juga menemukan virus SARS menjadi tidak aktif ketika suhu dan kelembaban meningkat.

Udara yang hangat akan menahan kelembaban, sehingga menghambat virus di udara berpindah jauh seperti halnya saat udara kering.

Dalam kondisi yang lembab, cairan droplet yang kecil dan berasal dari batuk atau bersin akan mengumpulkan kelembaban. Seringkali terlalu berat untuk tetap bertahan di udara sehingga mereka jatuh ke permukaan.

Menurut profesor mikrobiologi dan imunologi Dr.Charles Gerba, sangat mungkin Covid-19 akan reda di akhir musim semi, walau itu bukan jaminan.

"Virus bisa sulit diprediksi, jadi sangat penting untuk berhati-hati. Ini adalah situasi yang cepat sekali berubah," kata ahli patologi klinik dan peneliti Dr.Ellen Foxman.

Sinar ultraviolet

Direktur Pusat Infeksi dan Imunitas dari Universitas Columbia, Ian Lipkin, yang meneliti tentang virus corona menyebut, sinar matahari juga bisa membantu memecah virus yang berpindah ke permukaan.

"Sinar ultraviolet memecah asam nukleat. Itu seperti mensterilkan permukaan. Jika kamu berada di luar ruangan, secara umum itu lebih bersih dibanding dalam ruangan, karena ada paparan sinar ultraviolet," kata Lipkin.

Sinar ultraviolet memang sangat efektif membunuh virus dan bakteri sehingga sering dipakai untuk mensterilkan peralatan di rumah sakit.

Teori lain menyebutkan, daya tahan tubuh manusia cenderung lebih rendah di cuaca dingin. Jarang terpapar sinar matahari membuat kadar vitamin D dalam tubuh berkurang. Vitamin D berperan penting dalam mengatur respon imun atau kemampuan melawan infeksi.

Tapi, sekali lagi, tidak ada yang menjamin virus corona akan sama dengan flu musiman. Sementara ini yang bisa kita lakukan adalah menjaga kebersihan diri dan daya tahan tubuh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.