Beda Jenis Permukaan, Beda Kemampuan Bertahan Virus Corona

Kompas.com - 15/03/2020, 17:29 WIB
Penyemprotan disinfektan di pesawat Lion Air, Jumat (6/3/2020) Dok. Lion AirPenyemprotan disinfektan di pesawat Lion Air, Jumat (6/3/2020)

KOMPAS.com – Kasus positif Covid-19 yang melonjak dua kali lipat di Indonesia membuat banyak orang lebih waspada pada virus corona. Untuk melindungi diri, kita mungkin jadi khawatir untuk menyentuh permukaan benda di tempat umum.

Virus corona yang menyebar melalui droplet ini bisa saja berpindah ke pegangan pintu, tombol lift, atau ujung kemeja kita. Jangan terlalu panik dulu, ketahui masa hidup virus ini saat berada di permukaan benda.

Penelitian terbaru menunjukkan, Covid-19 bisa hidup di permukaan plastik atau stainless steel sampai 72 jam. Sementara itu, di kertas kardus bisa hidup sampai 24 jam dan di tembaga selama 4 jaam.

Itu merupakan masa hidup virus bisa bertahan hidup dalam jumlah yang cukup untuk menularkan penyakit.

Studi lain menganai kemampuan bertahan hidup virus corona yang dimuat dalam Journal of Hospital Infection dilakukan dengan menganlisis 22 studi pada jenis corona SARS dan MERS.

Penelitia menemukan bahwa rata-rata virus dapat bertahan hidup di permukaan logam, plastik, dan gelas di suhu ruangan selama 4 jam sampai lima hari.

Baca juga: Panduan Mencegah Virus Corona dengan Social Distancing, Apa Itu?

Ada juga virus yang bisa hidup sampai 9 hari, tergantung pada suhu dan kelembaban.

“Berapa lama kuman bisa hidup di berbagai permukaan sangat tergantung pada jenis patogennya, faktor lingkungan seperti kelembaban, dan juga permukaan benda apa,” kata spesialis penyakit menular Todd Nega.

Hidup di material kain

Belum diketahui berapa lama virus ini hidup di kain atau bahan pakaian. Namun, secara umum daya hidupnya lebih pendek dibandingkan dengan permukaan yang keras seperti stainless steel.

Jenis material kainnya sendiri juga berpengaruh. Menurut studi tahun 2015, peneliti mengamati serat kain di fasilitas industri, rumah, kandang kuda, dan juga kebun binatang.

Dalam penelitian itu memang tidak diteliti virus, tetapi para ahli mencoba melihat kaitan antara berapa lama jamur dan bakteri yang mengontaminasi bahan kain.

Baca juga: Tes Virus Corona di Indonesia Bisa Dilakukan di 10 Laboratorium, Mana Saja?

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X