Kompas.com - 20/03/2020, 08:37 WIB
. SHUTTERSTOCK.

KOMPAS.com - Di tengah tren bersepeda yang kian menjamur di Tanah Air, sedikit pemahaman tentang teknis berkendara dan bagian dari sepeda pasti akan sangat bermanfaat.

Nah, mungkin sadel adalah bagian kecil dari sepeda yang tidak bergerak atau pun berkontak langsung dengan jalan. Namun, sadel adalah kekuatan vital dan komponen kenyamanan utama pada sepeda.

Tanpa posisi sadel yang ergonomis dan benar, kita akan mendapatkan kenyamanan dan juga performa yang kurang optimal, atau bahkan bisa memicu cedera. 

Baca juga: Mengapa Harus Pakai Sepeda Semahal Brompton, Tren atau Kebutuhan?

Karena urusan mengatur tinggi dan sudut sadel terlihat sederhana, tak heran banyak pengendara yang mengabaikan dampak dari perbedaan dalam komponen ini.

Padahal, tinggi atau sudut kursi yang salah dapat merusak kegembiraan dan kenyamanan bersepeda

Demi memastikan kita mencapai posisi berkendara yang ideal, perlu dipahami bagaimana tinggi seatpost dan posisi sadel memengaruhi perjalanan kita.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meskipun tujuan mendasar dari sadel adalah memberikan posisi tetap pada sepeda, di mana pengendara tidak diharuskan menopang bobotnya sendiri, namun perbedaan kecil bisa menghasilkan impresi yang jauh berbeda.

Baca juga: Cerita Nugie Pilih Sepeda untuk Alat Transportasi Sehari-hari

Mengoptimalkan posisi sadel harus mengikuti tahapan berurutan: sesuaikan tinggi seatpost terlebih dahulu, lalu sesuaikanlah sudut sadel.

Posisi sadel yang salah akan menimbulkan kesengsaraan, termasuk nyeri lutut dan kemungkinan kram punggung bagian bawah.

Tinggi sadel

Memahami ketinggian sadel yang terbaik pada sepeda adalah penyesuaian termudah yang dapat kita lakukan.

Namun, banyak pengendara melakukan kesalahan dengan mengatur ketinggian sadel terlalu rendah.

Pilihan ini dapat dimengerti, karena kita memiliki kecenderungan alami untuk mencari pusat gravitasi yang lebih rendah pada sepeda apa pun. Pilihan ini pun meningkatkan kepercayaan diri dan rasa aman. 

Baca juga: 5 Tips Jajal Sepeda Downhill bagi Pemula

Kendati demikian, masalah dengan sadel yang diatur terlalu rendah, adalah lebih besarnya tekanan dinamis pada pedal, hingga memicu rasa sakit di sekitar bagian lutut depan.

Di sisi lain, menempatkan seatpost pada posisi yang terlalu tinggi, dapat menimbulkan risiko sebaliknya, regangan kaki yang terlalu jauh, memicu rasa sakit pada lutut bagian belakang.

Cara sederhana

Yang kita butuhkan hanyalah beberapa menit, mencoba menaiki sepeda dengan bersandar di dinding untuk menahan, atau dudukan sepeda dengan kuat untuk memberikan stabilitas.

Naikin sepeda dengan pedal pada posisi 12 dan 6. Atur tumit tepat di tengah poros pedal.

Sekarang, sesuaikan tempat duduk, sehingga kaki bisa diluruskan dalam posisi ini. Sederhana bukan?

Metode sederhana ini tetap yang terbaik untuk mencapai penyesuaian ketinggian sadel secara amatir di rumah.

Baca juga: Lari Vs Sepeda, Mana yang Lebih Baik?

Saat kita menggerakkan kaki ke belakang dengan posisi tumit ke lingkar tengah pedal, akan ada sedikit tekukan di lutut, yang memungkinkan fleksibilitas untuk menghasilkan tenaga mengayuh pedal.

Setelah solusi ekstensi seatpost, sekarang bagaimana dengan sudut sadel?

Margin penyesuaian yang diperlukan untuk mengamankan sudut sadel yang ideal, menyangkut perbedaan dalam ukuran milimeter, berbanding dengan tinggi seatpost.

Sudut sadel

Jika ketinggian sadel menyeimbangkan jarak kayuhan ke pedal, maka sudut sadel adalah indeks kenyamanan kita.

Sudut sadel yang ujungnya ke atas atau sedikit menekuk ke bawah, adalah pilihan posisi yang bisa membuat kita nyaman dalam perjalanan panjang.

Posisi sudut yang tepat dapat mencegak munculnya mati rasa di antara pinggul atau kram di tubuh bagian atas.

Masalah dengan penyesuaian sudut sadel adalah bahwa tidak semua sadel dibentuk dengan profil ujung ke ujung yang serupa.

Merek tertentu menghasilkan sadel yang nyaris rata, sementara yang lain memiliki kontur yang lebih besar.

Memiringkan sadel sedikit ke atas telah menjadi kesalahan tradisional sebagian besar pengendara, saat akan berusaha untuk mengurangi tekanan pada sadel.

Industri saat ini sebagian besar telah memecahkan masalah tersebut dengan pemilihan desain sadel cut-out dan saluran tengah, yang menghilangkan titik-titik tekanan pada sadel tradisional.

Baca juga: Genjot Sepeda Brompton Jakarta-Solo, Diah Merasa Awet Muda...

Jika ketinggian sadel kurang -tergantung pada geometri dan pengukuran kokpit, maka sudut sadel berkorelasi kuat dengan panjang batang dan bentuk setang.

Jadi sebagai patokan sederhana adalah, jika kita yakin telah mengatur ketinggian sadel yang benar, dan masih mengalami sakit punggung bagian bawah, miringkan sadel sedikit lebih ke bawah.

Namun, bagaimana saat tangan kram atau bahu mati rasa? Kemungkinan, ujung sadel menunduk terlalu banyak, hingga menggeser berat badan lebih ke arah setang.

Solusinya? Miringkan saja sadel sedikit ke atas, dan rasakan kembali bedanya.  

Selamat gowes ya...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.