4 Langkah Menjelaskan soal Virus Corona pada Anak Autisme

Kompas.com - 20/03/2020, 13:05 WIB
Ilustrasi autisme Radachynskyi/ThinkstockIlustrasi autisme

KOMPAS.com - Wabah virus corona yang telah menjadi pandemi global memang mengkhawatirkan. Apalagi, kita belum pernah menghadapi situasi seperti ini yang terus membuat kita khawatir dari hari ke hari.

Karena alasan itulah, banyak Negara yang menetapkan kebijakan untuk belajar di rumah, membatalkan pertemuan publik, hingga menutup tempat-tempat wisata.

Kehidupan anak-anak tentu akan terpengaruh, meski mereka tidak dalam kondisi sakit.

Orangtua perlu memberi penjelasan pada anak-anak terkait hal ini, mulai dari soal apa itu virus corona hingga mengapa sekolah mereka ditutup sementara.

Baca juga: Kenali 7 Tanda Autisme pada Bayi dan Balita

Bagi orangtua dengan anak autisme tentu akan ada tantangan komunikasi yang berbeda. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah memahami lebih dulu segala hal terkait virus corona, agar kita bisa memberi pemahaman tanpa membuat mereka merasa takut.

Berikut empat langkah menghadapi wabah virus corona dengan anak autisme:

1. Pastikan menjaga diri sendiri

Sama seperti pengarahan keselatan di pesawat yang mengharuskan orang dewasa untuk memakai masker oksigen untuk diri sendiri lebih dulu, sebelum membantu orang lain.

Hal itu juga berlaku dalam menghadapi wabah virus corona ini. Sebagai orangtua kamu harus memastikan kamu menjaga daya tahan tubuhmu tetap baik, melakukan social distancing, dan usaha pencegahan lainnya demi melindungi diri dari infeksi virus corona.

Pecayalah, anak-anak akan merasa lebih tenang ketika melihat orangtua mereka tangguh, termasuk saat menghadapi wabah virus corona.

Baca juga: Sakit Perut, Tanda Awal Terinfeksi Virus Corona?

2. Membangun rutinitas baru

Anak dengan autisme cenderung membutuhkan rutinitas yang terjadwal baik. Ini karena mereka menyukai hal-hal yang dapat diprediksi.

Hal ini bisa jadi tak mereka dapatkan ketika mereka harus belajar di rumah.

Cobalah membuat jadwal harian sementara sekolah ditutup, sehingga anak-anak tahu apa yang akan terjadi sepanjang hari dan kapan itu akan terjadi. Ini akan membuat mereka merasa lebih nyaman.

3. Menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami anak

Jangan pernah beranggapan bahwa mereka tak akan mengerti, sehingga orangtua memilih untuk tidak membahas soal wabah virus corona pada anak.

Mereka mungkin tidak akan bertanya secara langsung, tapi mereka membutuhkan penjelasan mengapa sekolahnya ditutup sementara, apa itu virus corona, hingga bagaimana melindungi diri agar tak terinfeksi virus corona.

Bicarakan hal ini dengan bahasa yang sesuai dengan usia mereka, misalnya pada anak balita, orangtua cukup menjelaskan dengan sederhana, “Ada kuman di sekitar kita yang membuat orang sakit, tapi kita semua bisa tetap aman dengan rajin mencuci tangan.”

Baca juga: Jeli Menemukan dan Mengembangkan Bakat Anak Autisme

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X