Berapa Lama Virus Corona Bertahan di Kulit, Rambut, dan Kuku?

Kompas.com - 23/03/2020, 17:05 WIB
Ilustrasi rambut, menyisir rambut ShutterstockIlustrasi rambut, menyisir rambut

KOMPAS.com - Jika hingga saat ini kita masih belum melakukan cuci tangan dengan baik dan benar, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menegaskan bahwa hal itu adalah cara terbaik mencegah wabah virus Covid-19.

Meski sering mencuci tangan, apakah kita juga harus sering mencuci bagian tubuh lain seperti kulit, rambut, dan kuku? Dapatkah bagian tubuh tersebut membawa virus?

Dilansir dari HuffPost, Mobeen H. Rathore, kepala penyakit infeksi anak dan imunologi di Wolfson Children's Hospital of Jacksonville, Florida, mengatakan, peneliti baru memahami berapa lama virus hidup di luar tubuh manusia.

Baca juga: 7 Cara Menjaga Kebersihan Diri untuk Mencegah Penularan Virus Corona

"Virus ini baru berumur beberapa bulan dan kami tidak tahu sebanyak itu," kata Rathore.

"Yang kami tahu, virus corona menetap di permukaan keras, seperti meja, selama dua hingga tiga hari. Itu elemen penting untuk memahami mengapa kita perlu membersihkan setiap permukaan."

"Ada beberapa penelitian yang mengatakan virus mungkin tetap melayang di udara hingga tiga jam. Ini adalah data baru yang dapat berubah setiap saat, jadi itu sesuatu yang harus kita sadari."

Jika virus yang menyebabkan Covid-19 dapat hidup di permukaan yang keras dan halus selama berhari-hari, berapa lama virus itu bisa bertahan di kulit kita?

Tidak ada waktu yang pasti, namun menurut Rathore, masuk akal jika mengatakan virus itu menetap lama untuk menyebar dari orang ke orang. Karena itu, ia pun menyarankan kita untuk mencuci sarung tangan yang kotor.

Baca juga: Mungkinkah Tertular Virus Corona dari Pembungkus Paket Belanja Online?

Namun jangan lupa, membersihkan kuku kita sama pentingnya. Bahkan, jika cat kuku kita terkelupas setelah melakukan social distancing dari salon, kita harus memberi perhatian ekstra untuk menggosok bagian tersebut.

"Ini bukan sesuatu yang spesifik tentang gel atau akrilik atau cat, tetapi fakta bahwa kuku menciptakan sedikit celah bagi virus untuk bertahan, dan lebih sulit mendapatkan bagian itu benar-benar bersih saat mencuci tangan kita."

Begitu kata Elizabeth Ransom, kepala eksekutif dokter di Baptist Health di Jacksonville.

"Sama halnya dengan bagian bawah kuku. Kita harus rajin membersihkan area ini."

CDC merekomendasikan tiap rumah sakit, agar tidak mengizinkan karyawan mereka memiliki kuku panjang atau kuku palsu, karena kuman dapat hidup di bawahnya bahkan setelah mencuci tangan atau menggunakan pembersih.

Baca juga: Sajadah Bisa Jadi Media Penyebaran Virus Corona, Ini Penjelasannya

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X