Kompas.com - 05/05/2020, 10:45 WIB
Ilustrasi mengantuk ShutterstockIlustrasi mengantuk

Sebenarnya, hubungan antara jam kerja yang panjang dan penyakit jantung sendiri belum terjelaskan secara gamblang. Namun, para peneliti menyimpulkan bahwa hormon kortisol dan epinephrine yang dilepaskan saat stres, ikut menyumbang masalah jantung pada mereka yang bekerja lembur.

Penyakit jantung akibat kelelahan karena bekerja terlalu lama mungkin terjadi dan meningkat risikonya apabila orang tersebut telah memiliki beberapa masalah kesehatan sebelumnya, seperti riwayat penyakit jantung atau stres berkepanjangan.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa kelelahan tidak secara langsung menyebabkan kematian akibat penyakit jantung.

Namun, kondisi stres berkepanjangan dan iskemia-lah yang menyebabkan risiko kematian akibat penyakit jantung meningkat.

Meski tidak menimbulkan kematian secara langsung, namun baiknya kita tidak menyepelekan kelelahan.

Baca juga: Gangguan Psikosomatis, Saat Stres Melampaui Batas

Jika Anda merasa menemukan gejala sindrom kelelahan kronis, jangan ragu untuk mengkonsultasikannya kepada dokter.

Selain itu, beberapa kebiasaan sehat juga bisa Anda terapkan di kehidupan sehari-hari, seperti:

- Makan camilan sehat di tengah pekerjaan.

- Menghindari makanan/minuman bergula siap saji.

- Tidur atau istirahat cukup.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.